Ekonomi

Synthesis Square: Tax Amnesty Harus Menjadi Momen Kebangkitan Perkonomian Nasional

Diskusi “Potensi Dana Repatriasi Tax Amnesty di Ranah Properti”/Foto dok. Synthesis Development
Diskusi “Potensi Dana Repatriasi Tax Amnesty di Ranah Properti”/Foto dok. Synthesis Development

NUSANTARANEWS.CO – Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw mengatakan bahwa, Modal dari luar negeri akan memperkuat pembiayaan di pembangunan infrastruktur dan properti baik di bursa saham maupun di sektor riil. Dengan modal yang kuat dari luar maka investor secara jangka panjang memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional sehingga dana yang masuk akan sangat bermanfaat.

“Artinya tax amnesty harus menjadi momen kebangkitan perkonomian nasional dengan kebijakan terpadu di banyak dan semua lini, dengan tujuan penyerapan dana optimal,” terang Julis, dalam diskusi dengan topik “Potensi Dana Repatriasi Tax Amnesty di Ranah Properti”, di Synthesis Square, Tower 2 Ground Floor, Jl. Gatot Subroto Kav 64 No. 177 A Jakarta Kamis sore (22/9).

Julius menjelaskan, sebagai wujud dukungan Synthesis Development terhadap kebijakan Amnesty Pajak, Synthesis Development membuat Program “Anda Ungkap, Kami Tebus, Anda Lega. Dimana Synthesis Development merupakan perusahaan pengembang di Indonesia yang memiliki beragam proyek di bidang properti, ritel, apartemen, perumahan, superblok, kantor, dan hotel.

“Program ini menawarkan kepada customer, untuk bisa mendapatkan unit properti dari Synthesis Development, seperti Samara Suites salah satunya dengan ketentuan apabila Anda mengikuti program Amnesty Pajak (repatriasi dan deklarasi dalam negeri) dan dananya diinvestasikan ke Samara Suites, maka kami akan mengganti tebusan pajaknya” ujar Julius.

Sebagai informasi, diskusi ini diadakan karena Synthesis Development menyambut positif adanya program pengampunan pajak dengan menyiapkan beberapa program sebagai upaya menyerap dana repatriasi. Hal ini juga didorong oleh semangat Synthesis Development untuk terus menciptakan karya terbaik dalam pengembangan properti di Indonesia, dan terus berusaha untuk menciptakan ruang hidup yang nyaman dan menyenangkan.

Samara Suites yang ikut memprakarsiai diskusi tersbeut merupakan apartemen pertama di Indonesia yang mengusung konsep Business Apartment. Ini adalah perpaduan antara konsep apartemen konvensional dengan service apartment. Dengan konsep ini penghuni dapat menikmati sebuah hunian dengan fleksibilitas dan layanan bak hotel berbintang lima. Business Apartment diharapkan akan menjadi idola baru di dunia apartemen.

Hadir sebagai narasumber selain Managing Director Synthesis Development Julius Warouw, adalah Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda dan President Director of Synthesis Development Budi Yanto Lusli. (Sulaiman/Red-02)

Komentar

To Top