Berita Utama

Pilkada DKI 2017 Diwarnai Politik Etnisitas dan Aliran

Bunyi Ketentuan PKPU Terkait Pilkada Dua Putaran/Ilustrasi: Nusantaranews
Bunyi Ketentuan PKPU Terkait Pilkada Dua Putaran/Ilustrasi: Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies (CISS) Dahrin La Ode menilai bahwa pemilih berdasarkan sentimen etnisitas dan aliran (agama) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 dinilai mengalami kenaikan yang signifikan.

“Artinya, pemilih yang menentukan pilihan berdasarkan etnis dan agama makin terlihat,” ungkap Dahrin saat berbincang dengan nusantaranews, beberapa waktu lalu.

Menurut Dahrin salah sati penyebabnya ialah status Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Disamping itu, Dahrin juga menegaskan bahwa Pilkada DKI Jakarta 2017 telah dan sedang diwarnai konflik lisan yang begitu luas.

Ada dua hal yang menyebabkan konflik tersebut yaitu politik etnisitas dan aliran (Agama), kata dia, pertama, politik etnisitas. konstalasi etnis-etnis dalam pilkada DKI, kata Dahrin, dapat dilihat komposisi pemilih yang terdiri dari 93% pribumi dan 7% non pribumi.

“Ada garis lurus antara pribumi dan non pribumi. Dimana Ahok yang diusung oleh oknum-oknum politisi partai pengusung yaitu Nasdem, Hanura, Golkar, dan PDIP hanya unggul di kalangan etnis Tionghoa saja,” terang Dahrin.

Ahok, kata dia, hanya diunggulkan oleh oknum-oknum poltisi di tubuh partai pengusungnya. “Ahok didukung oleh pertai-partai tersebut. Adapun idenya (ide mendukung Ahok) hanya dari oknum-oknum politisi dalam masing-masing parpol tersebut. Jadi tidak semua mendukung Ahok,” tegas Dahrin.

Kedua adalah politik aliran (agama). Sebagaimana diketahui, mayoritas pemilih adalah muslim dengan persentasi 85% muslim dan 15% non muslim. Pemilih baik muslim maupun non muslim, kata Dahrin tidak semua mendukung Ahok.

“Islam begitu toleran, tapi Ahok tidak mengindahkan sikap toleran itu, bahkan Ahok berani menghardik Kyai Ma’ruf Amin. Umat Islam pun marah pada Ahok dan oknum-oknumnya,” ujar Dahrin.

Pewarta: Sulaiman

Komentar

To Top