Ekonomi

Permudah Masyarakat Akses Pangan, Kementan Kembangkan Toko Tani Online

Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan, Spudnik Sudjono/Foto Richard Andika / NUSANTARAnews
Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan, Spudnik Sudjono/Foto Richard Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Pertanian meluncurkan sebuah website Toko Tani Indonesia (TTI) Online dengan alamat tti.pertanian.go.id yang penggunaannya diperuntukkan mempermudah penyaluran atau distribusi dan untuk kroscek keberadaan stok barang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan, Spudnik Sudjono mengatakan, website ini juga bisa digunakan untuk cek keberadaan lokasi toko tani di setiap daerahnya. TTI ini akan diadakan sebanyak 1.000 untuk seluruh Jabotabek sehingga website ini dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui lokasi TTI yang berada di sekitarnya.

“Kami ingin agar kehadiran TTI benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan adanya TTI yang tersebar di berbagai lokasi, kami harapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan pokoknya dengan mudah,” ujar Spudnik di Toko Tani Indonesia Center di Jalan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017.

Menurut dia, dengan semakin dikenalnya TTI oleh masyarakat, tidak sedikit masyarakat yang berminat membuka TTI di wilayahnya. Dalam tempo seminggu terakhir, TTI sudah bertambah sebanyak 43 titik baru yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan kini jumlahnya menjadi 65 titik.

Jumlah itu akan terus ditambah hingga 1.000 titik dengan menyerap anggaran sebesar Rp 45 miliar dan ditargetkan selesai sampai akhir Maret 2017. Anggaran itu dikatakannya untuk pengadaan 10 kendaraan, fasilitas, dan sarana perdagangan.

“Kami ingin melayani masyarakat yg lebih luas lagi sehingga nanti akan ada mobil yang keliling 10(unit). Tapi kalau kurang nambah lagi,” kata dia.

Selain itu, Spudnik mengatakan akan terus mengupayakan cara baru melalui ponsel yakni toko tani mobile. Menurutnya, dengan menggunakan itu, nantinya jangkauan akan lebih luas, termasuk ke lokasi rumah susun dan daerah tertentu yang memerlukan harga pangan memadai.

“Dengan online mereka (masyarakat) bisa langsung, kontak ke kelompok tani. Itu akan memudahkan dalam segi penyaluran. Jika perlu (barang) banyak, bisa buka (lihat barang) di kelompok tani untuk mengetahui stoknya,” tutur dia.

“Jadi untuk diketahui, BKP (Badan Ketahanan Pangan) tiap provinsi ada, dan semua akan terus dikembangkan secara masif,” sambung dia.

Reporter: Richard Andika

Editor: Sulaiman

Komentar

To Top