Konferensi pers Realisasi Sementara Ekonomi Makro 2016 yang berlangsung di Aula Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta (03/01)/Foto: Humas Kemenkeu
Konferensi pers Realisasi Sementara Ekonomi Makro 2016 yang berlangsung di Aula Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta (03/01)/Foto: Humas Kemenkeu

NUSANTARANEWS.CO –  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh sektor tercatat tumbuh positif pada triwulan III-2016. Di mana salah satu sektor yang mengalami rebound adalah sektor pertambangan, yang tumbuh positif setelah 8 triwulan mengalami kontraksi.

“Pertambangan dan penggalian sudah menunjukkan positive growth walau sangat mild yaitu 0,1 persen. Tapi kalau kita lihat dari 2015 selalu kontraksi,” kata Menkeu Sri Mulyani saat konferensi pers di Aula Djuanda I Kementerian Keuangan pada Selasa (03/01).

Sri Mulyani menyampaikan pula bahwa, sektor industri pengolahan mampu tumbuh stabil, didukung oleh peningkatan investasi dan insentif dari paket kebijakan.

Sedangkan untuk sektor jasa yang terkait dengan sistem logistik seperti sektor transportasi dan pergudangan serta sektor informasi dan komunikasi, lanjut Menkeu, tumbuh dengan baik sejalan dengan realisasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan efisiensi logistik nasional.

“Sektor yang selama ini menjadi penyumbang ekonomi yang tinggi adalah sektor-sektor jasa, transport, pergudangan informasi dan jasa keuangan. Ini adalah sektor yang akan terus berkembang dan punya pertumbuhan yang di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Sri.

Secara regioanal, lanjut Menkeu, kawasan Jawa tumbuh stabil sejalan dengan pertumbuhan sektor industri yang sebesar 5,6 persen. Kawasan Maluku-Papua mengalami pertumbuhan paling tinggi pada triwulan ke-III 2016 sebesar 13,7 persen.

“Selain itu, kawasan yang berbasis komoditas tambang menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari Q3-2015 seperti Maluku-Papua, Kalimantan dan Sumatera,” tambah Menkeu. (rsa/ris)

Komentar