Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja ke PT. Austasia Stock Feed di Jabung, Lampung Timur, Sabtu (17/9)/Foto Istimewa
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja ke PT. Austasia Stock Feed di Jabung, Lampung Timur, Sabtu (17/9)/Foto Istimewa
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja ke PT. Austasia Stock Feed di Jabung, Lampung Timur, Sabtu (17/9)/Foto Istimewa
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja ke PT. Austasia Stock Feed di Jabung, Lampung Timur, Sabtu (17/9)/Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akhir pekan ini jalankan rangkaian kunjungan kerja ke daerah sentra produksi di Provinsi Lampung, Sabtu (17/9) kemarin. Dalam kunjungan ini, Mendag sambangi perusahaan penggemukan sapi dan meninjau industri gula untuk memastikan pasokan dan harga komoditas pangan.

“Rata-rata harga daging sapi dan gula eceran nasional masih relatif tinggi, sehingga saya ingin mengecek sendiri ke lapangan, memntau kondisi pasokan dan harga komoditas sapi juga gula di daerah sentra produksi,” kata Mendag saat mengunjungi PT Adi Karya Gemilang di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Mendag juga meninjau beberapa lokasi, pertama PT Adi Karya dan PT Giant Livestock (PT GGL) di Kabupaten Lampung Tengah, kedua PT. Austasia Stockfeed di Kabupaten Lampung Timur, dan ketiga PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI) di Kabupaten Way Kanan.

Di lokasi pertama, Mendag berdialog dengan pelaku usaha tentang produk pangan dan nonpangan yang berbahan dasar singkong dan kelapa sawit, serta meninjau fasilitas di perusahaan tersebut. Di lokasi kedua Mendag meninjau fasilitas penggemukan sapi seperti kandang, lalu berdialog dengan peternak binaan PT GGL Mendag juga menyempatkan diri menghadiri acara pelepasan sapi indukan bunting untuk kelompok tani binaan PT GGL.

Sedangkan di lokasi ketiga, Mendag melakukan peninjauan untuk melihat kesiapan pelaku usaha untuk meningkatkan stok sapi nasional. Dia berharap dalam dua tahun ke depan program yang sedang dijalankan PT Austasia Stockfeed dapat mewujudkan sapi wagyu 100 persen lokan.

Sementara itu, di PT PSMI, Mendag meninjau pabrik pengolahan tebu menjadi gula kristal putih, memastikan kapasitas produksi gula. Mendag menekankan agar produsen gula dapat menekan harga sampai Rp 12.500 di tingkat konsumen. “Saya minta mereka untuk menekan harganya sampai di konsumen 12.500. Nanti akan dicap di kemasan, harga ecera tertinggi 12.500,” katanya.

Mendag mengatakan untuk mencapai stabilitas harga, keseimbangan antara pasokan dan permintaan harus dijaga dengan prinsip pemberdayaan petani dan peternak rakyat. “Tujuannya agar pembangunan ekonomi turut dirasakan oleh masyarakat banyak,” tutur dia.

Dalam kunjungan ini, Mendag menyampaikan bahwa peternak besar harus melakukan pembibitan sapi dan melakukan kemitraan dengan peternak rakyat. Begitu juga dalam hal gula. Produsen gula harus dapat merangkul para petani tebu dengan pola kemitraan yang adil dan saling menguntungkan.

“Kalau mereka bermitra, maka perkembangan dan peningkatan produktivitas peternak rakyat terbantu, sehingga dapat berkontribusi lebih baik dalam memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia,” ujar Mendak sekaligus mengakhiri. (LP/Red02)

Komentar