Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Perbatasan Indonesia - Papua Nugini/Foto: Dok. Antara Foto
Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Perbatasan Indonesia - Papua Nugini/Foto: Dok. Antara Foto

NUSANTARANEWS.CO, Keerom – Delapan desa di perbatasan Indonesia – Papua Nugini kini bisa menikmati listrik sepanjang 24 jam yang bersumber dari tenaga listrik tenga surya. Tenaga listrik ini merupakan bagian dari delapan paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat (PLTST).

Delapan paket PLTST tersebut baru diresmikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, Jumat (10/3/2017). Jumlah total kapasitas PLTST yang terpasang sebesar 145 kilowatt (kW) dan 65 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya atau PJU Cerdas di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

“Pembangunan PLTS dan PJU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan dan mempercepat akses listrik untuk daerah–daerah terluar dan di perbatasan,” ujar Rida dalam keterangan tertulisnya.

PJU Cerdas merupakan lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Lampu PJU ini angat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil. Lampu PJU Cerdas juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan-jalan utama.

Kabupaten Keerom merupakan kawasan di Provinsi Papua yang berada di ujung timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Kabupaten Keerom terdiri dari 11 distrik dan 91 kampung dengan jumlah penduduk 58.439 jiwa.

Menurut Dirjen EBTKE, PLTST tersebut melistriki delapan desa di Kabupaten Keerom, yaitu Kampung Skopro, Ampas, Kalibom, Pund, Banda, Yuwainda, Yabanda dan Kampung Kalimo. Pembangunan PLTS dan PJU di Kabupaten Keerom ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus KESDM.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa kedelapan unit PLTS ini telah diserahterimakan oleh Ditjen EBTKE kepada Pemerintah Kabupaten Keerom tanggal 24 Februari 2017 di Makassar, sementara 65 unit PJU tenaga surya diserahterimakan dan diresmikan pada Jumat kemarin.

Rida menyampaikan, sepanjang tahun 2016, Ditjen EBTKE telah membangun 17 unit PLTS di 6 kabupaten di Provinsi Papua dengan total 385 kilowatt peak (kWp), 190 unit PJU tenaga surya dan 200 unit LED trofit.

“Tahun 2016, Direktorat  Jenderal EBTKE telah membangun 17 unit PLTS di 6 Kabupaten di Provinsi Papua dengan total kapasitas 385 kWp, 190 unit PJU tenaga surya dan 200 unit LED trofit. Saat ini, 4 unit PLTS di 2 kabupaten belum selesai pembangunannya, yaitu 3 unit PLTS di Kabupaten Pegunungan Bintang, dan 1 unit PLTS Kabupaten Jayawijaya. Status pembangunannya sudah 95%,” jelasnya.

Pengimplementasian efisiensi energi melalui pemasangan PJU Cerdas tenaga surya memilki kelebihan dan keuntungan sebagai berikut:

1. Penghematan penggunaan energi listrik dan bahan bakar minyak (energi fosil).
2. Menghemat biaya operasional dan pemeliharaan.
3. Menambah volume dan meratakan titik lampu Penerangan Jalan Umum.
4. Mengurangi emisi CO2 dari penggunaan energi listrik.
5. Lifetime lampu LED relatif lebih lama dan hemat energi.

Penulis: Sulaiman

Komentar