Connect with us

Hankam

Pemerintah Disebut Seperti Sengaja Tak Ingin Berpindah ke Renewable Energy

Published

on

Pakar Energi Dan Kelistrikan Ali Herman Ibrahim (Foto: Adhon/NUSANTARANEWS.CO)

Pakar Energi Dan Kelistrikan Ali Herman Ibrahim Menilai Pemerintah Seperti Sengaja Tak Ingin Berpindah ke Renewable Energy. (Foto: Adhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menyinggung masalah penggunaan sumber energi yang masih berkutat pada bahan dari fosil, pakar energi dan kelistrikan, Ali Herman Ibrahim menyebut pemerintah seperti sengaja tak ingin memanfaatkan renewable energy (energi baru terbarukan). Padahal saat ini, sejumlah negara maju telah meninggalkan bahan bakar fosil dan beralih ke energi yang ramah lingkungan.

“Tanggapan saya cuma satu, pemerintah tidak mau. Pemerintah sekarang gak mau,” kata Ali Herman usai mengisi acara diskusi yang diadakan Forum Tebet (Forte), di Jakarta, Jumat (12/5/2019).

Indikator pemerintah enggan beralih ke energi baru terbarukan menurut Ali Herman adalah dengan dibuktikan tidak adanya regulasi atau aturan yang secara nyata serius mendorong eksplorasi sumber renewable energy.

“Berkali kali asosiasi itu minta. Pemerintah malah seolah olah menghalangi gak mau membantu. Lewat apa, ya aturan lah. Itu mestinya bisa diselesaikan,” jelasnya.

Berbicara mengenai energi baru terbarukan Indonesia adalah surga. Mulai dari sumber energi berasal dari panas bumi, matahari, angin dan air melimpah di Indonesia.

Misal dalam kasus penyediaan energi listrik, pemerintah masih bertumpu pada batu bara. Menurut Ali Herman, dalam setahun, Indonesia membutuhkan 70 juta ton batu bara untuk menyediakan energi listrik nasional.

Sementara itu di sejumlah negara maju, kini energi dari fosil telah di tinggalkan. Sebaliknya, sejumlah negara seperti Jepang, India, Cina, Jerman, dan Amerika, mereka telah berbondong bondong melakukan investasi besar besaran di sektor renewable energy.

Pewarta: Romadhon

Terpopuler