Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

NUSANTARANEWS.CO – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai pentingnya peran serta masyarakat, dalam memantau implementasi Undang-Undang (UU) Tax Amnesty.

Hal tersebut disampaikan Huda Kalimullah, Bidang Ekonomi PB PMII dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Menurutnya, realisasi tax amnesty dapat dimanfaatkan untuk menghindarkan Indonesia dari investasi asing.

“Karena dalam hal ini, pemerintah sudah beriktikad baik agar perekonomianIndonesia lebih sejahtera dan bisa mandiri dari investasi asing,” ujarnya.

Menurut Huda, ditariknya uang pengusaha yang ditanam di luar negeri melalui pengampunan pajak (tax amnesty) akan memberikan efek berupa peningkatan ekonomi negara. Karena dengan begitu, fokus perputaran uang pengusaha Indonesia akan terjadi di dalam negeri, yang tentunya bermanfaat untuk masyarakat luas.

“Harapan itu disambut hangat para legislator dengan disahkannya menjadi Undang-Undang Tax Amnesty 28 Juni kemarin. Cara ini bisa mengurangi tingkat pengangguran dan bisa berdampak positif terhadap pasar keuangan Indonesia di tengah pelemahan ekonomi global,” terangnya.

Meski demikian PB PMII, kata Huda menyadari masih terdapat pihak yang menyayangkan disahkannya Undang-Undang Tax Amnesty. Yayasan Satu Keadilan dan Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia misalnya. Mereka telah resmi mendaftarkan uji materi Undang-Undang Tax Amnesty ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap melegalkan praktik pencucian uang para pengemplang pajak. (sego/ucok)

Komentar