Ketua DPD RI Membuat Anggaran Bengkak/Foto ilustrasi nusantaranews
Ketua DPD RI Membuat Anggaran Bengkak/Foto ilustrasi nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Ketua DPD Irman Gusman dalam kunjungan kerja ke Jayapura dan Manado mempergunakan pesawat carteran. Sehingga anggaran untuk kunjungan kerja membengkak lantaran diperuntukan untuk menyewa pesawat charteran sangat mahal, dan mewah bagi seorang ketua DPD.

Mewah dan mahal anggaran kunjungan kerja ketua DPD ini, bisa dilihat dari biaya yang dikeluar oleh pesawat charteran harus berdasarkan hitungan jam, dan bukan berdasarkan tarif individual. Kalau Ketua DPD, berangkat dari Jakarta Jayapura diperkirakan akan memakan waktu sekitar lima jam, dari Jayapura –  Manado diperkirakan akan memakan waktu 3 jam, dan dari Menado  – Jakarta akan memakan waktu sekitar  3  jam.

“Jadi charteran pesawat ketua DPD selama kunjungan kerja ke Jayapura, dan Manado serta kembali lagi ke Jakarta, akan menghabiskan waktu sekitar 11 jam mencharter pesawat,” kata Uchok Sky Khadafi, berdasarkan keterangan pers yang diterima, di Jakarta, Senin, (15/8/2016).

Diperkirakan akan menghabiskan atau hanya menghambur hambur anggaran pajak rakyat biaya sebesar Rp. 715 juta dengan asumsi jika menggunakan pesawat tipe ATR42 tarifnya sekitar US$ 5000-6000 per jam, dan satu dollar Rp.13.000

Dari gambaran diatas, seharus seorang senator atau ketua DPD tidak layak naik pesawat charteran dalam kunjungan kerja, ditengah tengah APBN sedang dilanda krisis penerimaan.

“Maka sari itu, kami meminta kepada DPD, agar ketua DPD ini dievaluasi dong. Selain itu,  CBA (Center For Budget Analysis) Sangat prihatin dan  ketua DPD tidak punya rasa malu, serta asyik asyikan lagi naik pesawat charteran, ketika pemerintah memotong anggaran untuk setiap kementerian atau lembaga negara. Padahal pemotongan anggaran ini untuk rakyat miskin banget,” tandasnya. (Restu/Hatiem)

Komentar