Connect with us

Hukum

Yassona Berikan Nomor Telepon Khusus untuk Laporkan Tindakan Pungli di Kemenkumham

Published

on

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat pembekalan latihan dasar CPNS Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Selatan, Rabu (18/4/2018). (Foto: Eddy Santry/NusantaraNews)

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat pembekalan latihan dasar CPNS Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Selatan, Rabu (18/4/2018). (Foto: Eddy Santry/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Sumsel – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan terus berbenah dalam menciptakan lembaga yang bersih (stay clean) baik dalam rekrutmen pegawai maupun dalam pelaksanaan tugas kepegawaian. Hal tersebut diwujudkan salah satunya pada saat perekrutan CPNS di bawah Kemenkumham secara bersih dari pungli dan bebas narkoba.

“Kita dapat penghargaan Kemenkumham best of the best. Karena kamu diterima bersih. Kami menuntut kamu untuk tetap bersih. Dari total CPNS yang diterima di Kementrian dan lembaga 42.300. Kami terima 17.426 tahun lalu. Artinya 42 persen CPNS tahun lalu ada di Kemenkumham,” ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pembekalan latihan dasar bagi CPNS Kanwil Kemenkumham Sumsel dan Babel di Griya Agung, Rabu (18/4/2018).

Yasonna menjelaskan, penerimaan CPNS di Kemenkumham pada 2017 menjadi rujukan penerimaan pegawai di Kementerian lain. Pasalnya, kata Yasonna, proses seleksinya bersih, transparan dan bebas pungutan. Untuk mempertahankan prestasi tersebut Yasonna menegaskan bahwa pihaknya tak segan akan menjatuhkan sanksi terberat bagi para pegawai Kemenkumham yang terbukti melanggar kedisiplinan.

“Contoh di Riau, ada CPNS yang berhasil lolos seleksi tapi terbukti menggunakan narkoba, maka terpaksa dia kita pecat. Kita tidak boleh menerima. Anda bisa bayangkan, pengguna narkoba masuk di tempat kerja. Jangan pakai narkoba,” paparnya.

Untuk itu, Yasonna mewanti-wanti kepada para CPNS terutama yang hadir di Griya Agung dalam kesempatan tersebut agar benar-benar menjauhi praktik-praktik kolusi saat mendaftar serta menghindari narkoba terlebih setelah diterima sebagai pegawai Kemenkumham. Apabila ada pegawai yang terbukti menyalahi kedisiplinan, maka Yasonna berpesan agar segera menghubunginya.

Baca Juga:  Perang Antar Geng di Pekan Raya Trenton, New Jersey, Amerika Serikat

“Bandar akan membujuk, mungkin ada seniormu yang menawarkan jangan terima. Laporkan ke saya kalau ada seniornya melakukan kejahatan. Laporkan ke saya, jangan takut. Kamu masih bersih. Stay clean. Sudah ada yang melaporkan ke saya. Langsung saya minta dirjen ditindaklanjuti. Nomor yang bisa dihubungi 0811917380,” ungkap Yasonna.

Yasona juga menegaskan bahwa belum pernah Kemenkumham menerima CPNS sebanyak saat itu, yakni 48 persen dari CPNS tahun lalu ada di satu di Kemenkumham. Maka dari itu Yasonna berharap agar semua CPNS dapat menjadikan hal tersebut sebagai momentum pengabdian kepada negara apalagi saat ini Indonesia tengah bersaing dengan negara lain dalam beberapa aspek.

“Kalau 17.528 CPNS ini misal jadi brengsek. Maka kemenkumham bisa hancur lebur. Tapi saya tidak yakin itu. Dunia sudah berubah, kalau bisa bekerja cepat kenapa lambat. Sekarang birokrasi melayani, bersih. Karena kita berkompetisi dengan bangsa lain. Saya menaruh harapan besar kepada kalian. Kalian masih bersih. Jangan nodai dirimu dengan noktah hitam. Jangan rusak dirimu, jangan rusak institusi ini. Berjuta-juta anak Indonesia mau duduk di sini jadi CPNS. Kamu harus syukuri, dan tunjukkan perbuatan baikmu,” ujar Yasonna.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan beberapa pejabat teras di Provinsi Sumsel. Sebagaimana diketahui dari 37 ribu CPNS yang melamar di Sumsel hanya 661 diterima sebagai PNS di Kemenkumham.

“Gubernur tadi bilang dari 1, 1 juta peserta di Indonesia hanya 1,6 persen yang lulus. Dari 37 ribu yang melamar di Sumsel hanya 661 yang duduk di sini. Kamu adalah orang orang terpilih. Bukan saat ini saja tapi juga untuk seterusnya. Diperlukan diri melaksanakan tugas dengan baik,” pungkas Yasonna.

Baca Juga:  Berlibur Ke Madura, Ayo Nikmati Nasi Rawon Khas Sumenep

Pewarta: Edy Santry
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler