Connect with us

Hankam

Widodo: Seabad Lalu, Kita Nyaris Tak Punya Apa-Apa

Published

on

Harkitanas di Makodam Brawijaya (Foto Dok. Nusantaranews)

Harkitanas di Makodam Brawijaya (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Seluruh institusi pemerintahan, tanpa terkecuali elemen masyarakat, pada 20 Mei 2018 tengah memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-110. Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah di Lapangan Apel Kodam V/Brawijaya menjelaskan bahwa seabad lebih bangsa Indonesia, kata dia nyaris tak mempunyai apa-apa, selain semangat.

Dalam sambutannya, lebih dari seabad lalu, rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan. “Kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa,” ungkap Brigjen Widodo saat membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantoro,  Senin, 21 Mei 2018 pagi.

Namun, lanjut mantan Danrem Alambhana Wanawai tahun 2015 lalu ini, sejarah membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja, telah cukup. “Asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama, yaitu kemerdekaan Indonesia,” tutur Brigjen Widodo. “Bersatu, adalah kata kunci kita, jika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia,” tuturnya.

Dirinya mencontohkan, keberhasilan Boedi Oetomo dalam mempersatukan seluruh perkumpulan di Indonesia saat itu selama mempertahankan keutuhan NKRI, merupakan suatu bukti nyata akan keberhasilan suatu persatuan dan kesatuan.

Baca Juga:
Setelah 20 Tahun Reformasi, Bagaimana Arah Masa Depan Bangsa?

“Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kalinya menyadari pentingnya Persatuan dan Kesatuan,” jelas orang nomor dua di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya tersebut.

Dikatakan, organisasi-organisasi seperti Boedi Oetomo, telah terbukti memberikan yang terbaik kepada bangsa melalui suatu organisasi. “110 tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” beber Brigjen Widodo.

Meskipun belum sepenuhnya sempurna, imbuh Jenderal Bintang Satu ini, seluruh rakyat, telah menikmati hasil perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan terdahulu. “Keringat dan darah pendahulu bangsa, telah menjelma menjadi hamparan permadani peri kehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan,” tandasnya melalui amanat Menkominfo yang disampaikannya di hadapan ratusan peserta upacara.

Oleh sebab itu, jelas Kasdam, melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang bertemakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital saat ini, dirinya menghimbau seluruh peserta upacara, untuk bisa memaknai berlangsungnya upacara peringata yang dipimpinnya saat ini.

“Ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh Pemerintah, Badan usaha, maupun masyarakat sendiri,” pintanya melalui amanat Menkominfo yang dibacakannya.

Editor: Romandhon

Komentar

Advertisement

Terpopuler