Connect with us

Kesehatan

Untung Tompi Hanya Seorang Dokter Bedah Plastik, Ahli Kecantikan

Published

on

tompi, iq tompi, gaji dokter, dokter lulusan ui, kecerdasan tompi, ahli kecantikan, dokter bedah plastik, teuku adiftrian, nusantaranews

Kecerdasan intelektual (IQ). (Foto: Ilustrasi/ikons.id)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat media dan ruang publik, Djadjang Nurjaman mengatakan sikap Tompi sangat mengerikan. Sebagai orang yang menyandang IQ tinggi, Tompi harusnya juga menjunjung tinggi obyektivitas.

Diketahui, Tompi mem-bully calon presiden Prabowo Subianto yang saat pidato kebangsaan pekan ini menyebut banyak dokter yang gajinya kalah dibandingkan tukang parkir.

Tompi lantas menimpali kalimat tersebut dengan mengatakan, mungkin yang dimaksud Prabowo gaji dokter lebih rendah dari tukang parkir adalah dokter yang bekerja sebagai asisten tukang parkir.

Pernyataan Tompi itu mengundang reaksi sebaliknya dari sejumlah dokter muda dan teman sejawatnya. Bahkan ada yang sampai memposting SK pengangkatannya sebagai dokter di sebuah Puskesmas di Jawa Tengah. Dalam SK itu gajinya tertera sebesar Rp 2 juta.

“Untungnya Tompi seorang dokter bedah plastik, ahli kecantikan. Kalau salah perlakuan paling banter akibatnya bibir pasiennya jadi jontor, atau hidungnya jadi tidak proporsional,” ujar Djadjang dikutip dari keterangannya, Kamis (17/1/2019).

Djadjang menduga Tompi terlalu berlebihan bergaul dengan para ‘kecebong’ sehingga mendistorsi kecerdasannya. Sebagai seorang dokter lulusan Universitas Indonesia (UI), bisa dipastikan Tompi adalah sosok yang sangat cerdas. Sebab, dari tahun ke tahun, passing grade test masuk ke Fakultas Kedokteran UI tertinggi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Mereka yang lolos masuk adalah orang-orang terbaik. Soal IQ tidak perlu diragukan lagi. Mereka adalah orang-orang pilihan, di atas rata-rata manusia.

“Apakah pergaulannya dengan para ‘kecebong’ membuat IQ-nya turun drastis. Nggak bisa lagi menjunjung tinggi obyektivitas?,” ucap Djadjang.

Namun begitu, tambah dia, kesimpulan terlalu cepat tentang menurunnya IQ pemilik nama lengkap Teuku Adiftrian itu juga tidak tepat. “Perlu studi lanjutan yang lebih serius. Sambil menunggu hasil kajian yang komprehensif, kasus Tompi ini bisa didekati dari kajian perilaku,” pungkasnya.

(nvh/bya)

Editor: Banyu Asqalani

Terpopuler