Connect with us

Global

Ultimatum Pemimpin Garda Revolusi Iran atas Trump Jika AS Memulai Perang

Published

on

Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Qassem Sulaimani. (NUSANTARANEWS.CO/ Russia Beyond)

Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Qassem Sulaimani. (NUSANTARANEWS.CO/ Russia Beyond)

NUSANTARANEWS.CO, Iran – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendapat peringatan keras sekaligus ultimatum dari Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Qassem Sulaimani.

Sulaimani mengatakan jika AS memulai perang dengan Iran, maka Iran akan “menghancurkan semua yang AS miliki”. Ia pun menegaskan perihal kapabilitas Iran sebagai salah satu kekuatan penting di kawasan Timur Tengah.

“Anda tahu kekuatan kami di kawasan dan kemampuan kami dalam perang asimetris. Kami akan bertindak dan kami akan bekerja,” tegas Sulaimani dalam laporan wartawan Al Jazeera, Jumat (27/7/2018).

Sebelumnya, elalui saluran berita Iran, Al Alam, pada Kamis (26/7), komandan militer utama Iran tersebut mengirimkan pesan tegas berisi peringatan kepada AS untuk tidak memulai konflik dengan Iran. Sebab jika itu terjadi, Iran tidak akan tinggal diam.

“Jika Anda (Trump) memulai perang ini, maka kami akan menjadi pihak yang mengakhirinya (menang). Karena itu, Anda harus berhati-hati untuk tidak menghina rakyat Iran dan presiden republik kami,” tegas Sulaimani.

Sulaimani menyatakan hal demikian setelah setelah beberapa kali ada ancaman Trump terhadap Iran sebelumnya. Ucapan Sulaimani itu juga ditujukan Beberapa pejabat teras AS juga melontarkan cacian kepada presiden dan pemimpin spiritual Iran yang sangat dihormati disana.

Sekadar diketahui, Sulaimani merupakan pemimpin pasukan elite Iran. Ia memimpin operasi militer rahasia dan tingkat tinggi Iran di luar negeri. Ia dikenal sangat jarang tampil di publik atau memberikan pernyataan. Ini adalah peryataan terbarunya setelah sekian lama, menyusul ancam-mengancam yang terjadi antara AS-Iran dalam beberapa pekan ini.

Presiden Iran Hassan Rouhani pun memperingatkan AS untuk tidak meningkatkan ketegangan dengan Iran. Ia mengatakan konfrontasi dengan Republik Islam akan menjadi “induk dari semua perang”. Peryataan ini disampaikan Rouhani awal pekan ini setelah sebelumnya Trump dan jajaran pejabatnya melontarkan serangkaian ancaman.

Peryataan Rouhani kemudian ditimpali secara keras oleh Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Pompeo mengecam para pemimpin agama Iran sebagai “orang suci munafik”. Menyusul kemudian Trump melemparkan peryataan keras lainnya melalui akun Twitternya.

“Kepada Presiden Iran Rouhani: Jangan pernah mengancam Iran lagi atau Anda akan menghadapi akibatnya, seperti yang Anda lihat dalam sejarah. Kami bukan negara yang akan diam dengan ancaman kekerasan dan kematian yang Anda lontarkan. Jadi, hati-hati!” tulis Trump di @realDonaldTrump.

Ancaman Trump ini kemudian ditimpali oleh Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif juga melalui akun Twitternya @JZarif. Ia menegaskan bahwa ancaman semacam itu bukan hal baru bagi Iran. Negaranya sudah 40 tahun lebih menghadapinya. Javad menegaskan bahwa sikap Trump “tidak menentu dan berbahaya”.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Komentar

Advertisement

Terpopuler