Connect with us

Kesehatan

Tulungagung Berupaya Mencegah Hepatitis A dan Hipertensi Usai KLB di Pacitan

Published

on

hepatitis, hari hepatitis sedunia, pengidap hepatitis, pengidap hepatitis indonesia, penyakit hepatitis, pegobatan hepatitis, nusantaranews

ILUSTRASI – Hepatitis. (Getty Images)

NUSANTARANEWS.CO, TulungagungTulungagung terus berupaya mencegah penyakit hepatitis usai penyakit hepatitis A ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Seperti diwartakan, Pemerintah Pacitan menetapkan KLB menyusul temuan lebih dari 800 warganya terjangkit penyakit hepatitis A dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring sebaran yang terus meluas. Dalam kurun waktu dua pekan, penyakit yang juga dikenal penyakit kuning menyebar luas di sejumlah kecamatan di Pacitan.

Kodim Tulungagung menerima Sosialisasi Kesehatan dalam rangka Penanganan dan Pencegahan Penyakit Hepatitis A dan Hipertensi yang dilaksanakan di Aula Pandu Sakti Makodim Tulungagung Jl. Jaksa Agung Suprapto No 17 Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Senin (1/7/).

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer.

Dr Yusiana dari Puskesmas Sembung Kelurahan Sembung Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung memberikan sosialisasi pencegahan penyakit hepatitis A dan Hipertensi. Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stres.

Loading...

Sedangkan tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk Hepatitis A dengan selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan toilet dan hindari genangan air yang terinfeksi.

Baca Juga:  Kejari Sumenep Bidik Tersangka Lain Kasus PTSL Desa Prenduan

“Pola hidup sehat menjadi kunci dalam segala bentuk pencegahan penyakit. Untuk Hepatitis A, kita bisa cegah dengan selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan toilet dan hindari genangan air yang terinfeksi.” ungkap dr Yusiana.

Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi kesehatan dalam rangka penanganan dan pencegahan penyakit Hepatitis A dan Hipertensi. Menurutnya dengan kegiatan tersebut setip prajurit akan tahu bagaimana cara pencegahan dan penanganan penyakit tersebut sehingga dapat memutus mata rantai penyebarannya.

“Terima kasih kepada Dinkes Tulungagung khususnya Puskesmas Sembung yang sudi hadir memberikan sosialisasi kesehatan di Kodim Tulungagung. Semoga para prajurit Kodim dapat memutus mata rantai penyebaran Hepatitis A melalui sosialisasi ini.” ungkap Dandim.

Dandim menghimbau agar para peserta sosialisasi sesius dalam menerima transfer ilmu tentang penyakit Hepatitis A dan Hipertensi yang diberikan. Hal ini sangat penting mengingat jumlah penderita Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, nyaris mencapai seribu orang. Ia juga berharap agar setelah mengikuti penyuluhan ini seluruh prajurit yang hadir dapat mensosialisasikan kembali apa yang sudah dijelaskan oleh petugas kesehatan kepada warga binaannya.

Hal ini penting sebagai tindakan preventif sehingga warga yang belum tertular dapat mengantisipasi dan berusaha agar tidak terjangkit penyakit Hepatitis A dan berperilaku hidup sehat agar terhindar hipertensi.

“Ikuti sosialisasi dengan serius agar kita paham akan penanganan dan pencegahan penyakit Hepatitis A dan Hipertensi dan para Babinsa dapat mensosialisasikan kembali kepada warga binaannya sebagai tindakan preventif sehingga warga yang belum tertular dapat mengantisipasi dan berusaha agar tidak terjangkit,” tutup Dandim.

(mah/hrm/ed)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler