Tim Sinkronisasi Anis-Sandi Sebut Ada Tekanan Pemerintah Pusat Soal Penghentian Reklamasi

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tim Sinkronisasi Anis-Sandi saat tengah mempersiapkan penyelarasan program yang sedang dirumuskan oleh tim perumus Anis Baswedan dan Sandiaga Uno

Anggota tim sinkronisasi Deni Iskandar menjelaskan tim sinkronisasi akan melanjutkan hasil dari tim pokja yang sudah dilakukan oleh pakar. Yakni dengan mewujudkan semua janji semasa kampanye menjadi nomenklatur yang berbentuk program.

Baca Juga: Sikap Anies Baswedan Soal Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Dinilai Pro Taipan

“Sejauh ini sudah berjalan rkpd 2018 sudah ditetapkan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD( masih belum, ini butuh penyesuaian,” terang Deni usai acara Diskusi Publik bertajuk “Mensiasati Peranan Swasta Terhadap Pengelolaan Sampah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)” DKI Jakarta 2018-2022, Kamis (3/8/2017).

Termasuk juga Persoalan reklamasi masih dalam proses kajian oleh tim Anis-Sandi. Seperti yang telah diketahui dalam kampanye politiknya, Anis-Sandi Akan menghentikan reklamasi teluk jakarta yang di anggap merugikan.

“Dalam pilkada kemaren 16 persen lebih banyak memilih pak Anis-Sandi dengan janji salahsatunya adalah menolak reklamasi, maka kita akan konsisten. Caranya adalah dengan mencabit semua surat ijin yang pernah dikeluarkan yang bertentangan peraturan yang lebih tinggi,” lanjut deni

Deni mengakui bahwa saat ini ada tekanan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk tetap melanjutkan reklamasi teluk jakarta. “Wong belum di lantik saja sudah ditekan kok apalagi nanti,” sindir Deni.
,
Tim Anis-Sandi mengancam akan merefendum jika niatan untuk memberhentikan reklamasi dihalang-halangi oleh pemerintah pusat “Kembali kerakyat, wong masih ada referendum kok,” pungkasnya

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Ach. Sulaiman