Connect with us

Politik

Telan Ratusan Nyawa, Sandiaga Uno Sebut Pemilu 2019 Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Indonesia

Published

on

Telan Ratusan Nyawa, Sandiaga Uno Sebut Pemilu 2019 Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Indonesia, nusantaranewsco

Calon wakil presiden Sandiaga Uno sebut Pemilu 2019 paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia karena mengorbankan ratusan jiwa, Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2019). (Foto: Romandhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Calon wakil presiden Sandiaga Uno menilai Pemilu 2019 sebagai pemilihan umum paling mematikan sepanjang sejarah lantaran menelan ratusan korban jiwa dari penyelenggara negara.

“Inilah pemilu yang paling banyak memakan korban. Pemilu yang paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia,” kata Sandiaga saat memberikan sambutan acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Dinilai Penuh Kecurangan, BPN Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU

Baca juga: Aktivis HAM: Kematian Anggota KPPS dan Penyelenggara Pemilu Bentuk Anomali Demokrasi

KPU sendiri mencatat anggota KPPS yang meninggal dunia berjumlah 440 orang. Sementara Bawaslu mencatat ada 92 orang panitia pengawas pemilu yang meninggal dan Polri mencatat ada 22 anggotanya yang tewas.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan, data yang diterimanya sudah ratusan petugas KPPS yang gugur. Kemudian, ribuan orang yang masih dirawat.

anggota kpps, kematian, pemilu 2019, ironi, negara demokrasi, nusantaranews

Kematian Anggota KPPS, Ironi Sebuah Negara Demokrasi. (Foto: Detikcom)

Menurut dia, desain pemilu ke depan harus dievaluasi. Dan pemilu kali ini cukup menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia.

Loading...

“Harus kita jadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaran pemilu di waktu-waktu mendatang,” tegasnya.

Baca juga: Tim Relawan IT BPN Temukan 12.550 Kesalahan Entri Data di Situng KPU

Baca juga: Bawa Bukti 73 Ribu Lebih Kesalahan Input, Relawan IT BPN Desak Bawaslu Hentikan Situng KPU

Lebih lanjut dirinya juga secara tegas menyatakan sikap menolak hasil penghitungan KPU yang dinilai curang. “Secara teknis Pemilu 2019 akan selesai, tapi ada keadilan yang terkoyak,” kata Sandi.

Untuk itu dirinya mengajak masyarakat Indonesia agar sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan memperjuangkan keadilan dan kejujuran. Dan menolak menyerah kepada ketidakadilan dan ketidakjujuran.

Dalam acara yang berlangsung di hotel Sahid itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merilis hasil penghitungan sementara pemilu 2019 versi BPN dan hasilnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 54,24% suara – unggul dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang memperoleh 44,14%.

Penghitungan ini didapat berdasarkan formulir C1 yang diperoleh dari 444.976 TPS atau 54,91 persen TPS dari total 810.329 TPS di seluruh Indonesia.

Pewarta: Romandhon
Editor: Eriec Dieda

Terpopuler