Connect with us

Lintas Nusa

Teks Prasasti Talang Tuwo Kerajaan Sriwijaya Menetaskan Dana Abadi Rakyat

Published

on

Teks Tanpak jelas dalam Prasasti Talang Tuo, Muba, Sumsel/Foto Putra/Nusantaranews

Teks Tanpak jelas dalam Prasasti Talang Tuwo, Muba, Sumsel/Foto Putra/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Nusantara memiliki sejarah panjang atas berbagai bukti berupa peninggalan masa lalu, diantaranya teks prasasti, relief di candi-candi, dan benda-benda budaya lainnya. Namun, tidak sedikit dari peninggalan sejarah di berbagai daerah di Nusantara yang raib karena ulah manusianya yang tidak bertanggung jawab.

Demi merawat dan menjaga warisan leluhur, kendati berupa benda yang memiliki nilai sejarah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan mengunjungi lokasi keberadaan Teks Prasasti Talang Tuwo milik Kerajaan Sriwijaya. Menurut temuan sejarawan, teks prasasti tersebut berisi tata cara penataan kekayaan alam yang dapat memakmurkan makhluk hidup dan menjaga lingkungan hidup.

Dari pesan leluhur itulah, Bupati Muba Beni Hernedi terinspirasi untuk menjalankan pesan baik dari kerajaan Sriwijaya. Dengan penuh kesadaran, pihaknya akan menjalankan program Dana Abadi Sumber Daya Alam (SDA).

Program ini merupakan upaya menyimpan dana hasil pemanfaatan SDA, baik yang dilakukan pemerintah maupun pelaku usaha. Hal ini disampaikannya di sela-sela kunjungannya ke lokasi situs Prasasti Talang Tuwo di Desa Talang Kelapa, Palembang, kemarin (31/7) kemarin lusa.

“Mudah-mudahan gagasan ini sesuai dengan amanah Raja Sriwijaya yang akan memakmurkan semua makhluk hidup dengan cara pengelolaan sumber daya alam yang baik,” katanya kepada awak media.

Sebelumnya, di lokasi peninggalan sejarah yang sama, salah satu jejak sejarah dikabarkan hilah sekitar tahun 1980-an. Benda berupa replika Prasasti Talang Tuwo raib dari tempatnya karena dijual oleh oknum tertentu. Pencurian tersebut sangat disayangkan oleh Beni Hernedi.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Muba merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang diberkahi Tuhan YME. Sebab, lanjut Bedi, memiliki hampir semua kekayaan alam. “Apa yang tidak tumbuh di Muba? Apa yang tidak ada di Muba? Migas banyak, emas ada, batubara banyak,” tegasnya.

Baca Juga:  Surat Thani Membuktikan Kerajaan Sriwijaya Sampai di Thailand

Namun demikian, lanjut Beni, selama ini sistem pengelolaan kekayaan alam tersebut tidak berjalan baik untuk kepentingan masyarakat. Hal tersebut lantaran berbagai kebijakan yang diambil pemerintah sebelumnya, baik pemerintah pusat maupun daerah. Ia pun mencontohkan, Muba sebagai penghasil migas dan batubara, ternyata masih banyak masyarakat Muba yang mengalami krisis energy, terutama tinggal di desa-desa.

“Selama tiga tahun saya menjadi pemimpin Muba sudah berusaha memperbaiki hal tersebut. Ada perubahan tapi jujur saja masih membutuhkan waktu lagi, apalagi dalam beberapa tahun ini kami mendapatkan cobaan seperti menjadi salah satu wilayah sorotan dunia atas kebakaran hutan dan lahan gambut,” terang Beni.

Maka dari itu, atas kunjungannya ke situs prasasi Talang Tuwo, ia mendapat banyak inspirasi cemerlang untuk memperbaiki keadaan di Muba di masa yang akan datang. “Alhamdulillah saat mengunjungi situs sejarah Sriwijaya ini saya mendapatkan inspirasi tersebut. Yakni membuat kas daerah sebagai Dana Abadi SDA,” katanya. (Sule/Ucok/Red-02)

Loading...

Terpopuler