Connect with us

Politik

Taruna Akademi Demokrat Teken Kontrak, Pindah Partai Didenda Rp 1 Miliar

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara resmi membuka pendidikan tahap akhir Akademi Demokrat Angkatan Pertama di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara resmi membuka pendidikan tahap akhir Akademi Demokrat Angkatan Pertama di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12). (Foto: Muh Nurcholis)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Taruna Akademi Demokrat teken kontrak, pindah Partai didenda Rp 1 miliar.

Sebanyak 45 Taruna Akademi Demokrat dinyatakan lulus usai mengikuti pendidikan tahap utama selama sepekan. Mereka tercatat sebagai taruna angkatan pertama parpol berlambang mercy tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai penanggungjawab Akademi Demokrat, Rabu (11/12) kemarin. Setelah itu, Ketua Umum Partai Demokat, Susilo Bambang Yudhoyono mewisuda para taruna.

“Akademi Demokrat merupakan sebuah ide, sebuah gagasan untuk melanjutkan pengabdian Partai Demokrat di negeri ini. Pak SBY, Ketua Umum kita, menekankan pentingnya regenerasi dan kaderisasi,” kata AHY dalam kesempatan itu.

AHY berharap, para taruna memiliki militansi, kesetiaan, kapasitas, integritas dan loyalitas.

Selain dinyatakan lulus, para Taruna Akademi Demokrat juga menandatangani Surat Pernyataan Komitmen jika pindah ke partai lain akan dikenai denda sebesar satu miliar rupiah.

“Mereka semua sudah tanda tangan kontrak. Usia mereka muda-muda tapi sudah berani tanda tangan kontrak. Dalam 10 tahun ke depan, mereka bersedia tidak akan pindah kemana-mana. Dan kalau itu terjadi, 1 miliar rupiah akan mereka tanggung,” ungkap eks calon gubernur DKI Jakarta itu.

Dia mengatakan, kontrak tersebut tidak dilakukan atas dasar paksaan melainkan kesepakatan bersama dengan para taruna.

“Nah, mereka saja tidak merasa dipaksa, apalagi yang para senior-senior kita ini semuanya. Supaya tidak mudah masuk dan keluar Partai Demokrat,” ujar putra sulung SBY tersebut. (nur/nus)

Editor: Eriec Dieda

Baca Juga:  Pengamat LIPI Sebut KPU-Bawaslu Banci Lantaran Membiarkan Gerakan #2019GantiPresiden

Loading...

Terpopuler