Connect with us

Ekonomi

Tanzania Menangguhkan Proyek Pelabuhan Terbesar Cina di Afrika Timur

Published

on

Tanzania Menangguhkan Proyek Pelabuhan Terbesar Cina

Tanzania Menangguhkan Proyek Pelabuhan Terbesar Cina di Afrika Timur/Ilustrasi gambar: devdiscourse.com

NUSANTARANEWS.CO – Tanzania menangguhkan proyek pelabuhan terbesar di Afrika Timur. Presiden Tanzania John Magafuli baru saja memberikan pukulan mengejutkan terhadap Beijing dengan menangguhkan proyek pelabuhan Bagamoyo senilai US$ 10 miliar. Proyek yang telah beroperasi sejak tahun 2015 tersebut rencananya akan menjadi gerbang terbesar di Afrika Timur dan sekaligus sebagai kunci utama proyek Inisiatif Belt on Road Cina senilai US$ 900 miliar – sebuah proyek pembangunan infrastruktur transnasional yang ambisius.

Langkah “nasionalis” Presiden Magafuli yang tiba-tiba menangguhkan proyek infrastruktur raksasa Cina ini – pada gilirannya dapat memicu reaksi berantai regional yang akan berdampak negatif terhadap prospek perluasan jalur Kereta Standard Gauge Railroad (SGR) Cina ke negara-negara tetangga seperti Kenya ke Uganda, Rwanda, Kongo, dan di luar itu semua bisa saja mengilhami munculnya gerakan nasionalisme di tingkat akar rumput di seluruh kawasan Afrika Timur.

Perkembangan mutakhir ini secara langsung telah menciptakan persaingan strategis bagi kerjasama Indo-Japanese “Asia-Africa Growth Corridor” (AAGC) untuk menggeser peran Cina di Afrika dengan dukungan AS dan Arab. Dengan kemauan politik yang kuat boleh jadi akan menjadi preseden yang kuat untuk menjungkirbalikan pengaruh Cina di Afrika.

Sebagai catatan, India dan Jepang dalam kerangka “Pivot to Africa” sebagai bentuk kemitraan strategisnya, mereka telah memperkenalkan visi Koridor Pertumbuhan Asia-Afrika (AAGC). Meski kurang detil, namun menawarkan kesempatan untuk benua bahwa mereka dapat memberikan tidak hanya pada kualitas tetapi juga pada kecepatan.

Konsep AAGC merupakan rute semi-linear di sepanjang garis Koridor Industri Delhi-Mumbai. Seperti Koridor Ekonomi Cina-Pakistan, AAGC memiliki empat pilar utama: “proyek pengembangan dan kerja sama, infrastruktur berkualitas dan konektivitas kelembagaan, peningkatan kapasitas dan keterampilan, dan kemitraan orang-ke-orang.”

Baca Juga:  Dari Parade Pesawat Hingga Drama Kolosal Palagan Ambarawa Pukau Ribuan Pasang Mata
Loading...

Bahwa hampir tidak ada keraguan bahwa penangguhan proyek pelabuhan Bagamoyo adalah pukulan besar bagi pengaruh regional Cina, dan sebaliknya merupakan kemajuan signifikan bagi langkah strategis AS dalam konteks Perang Dingin Baru (New Cold war).

Kembali ke masalah penangguhan, jelas keputusan yang tiba-tiba ini sangat membahayakan proyek Jalur Sutra Baru (JSB) di Afrika – padahal peran kunci Tanzania siap dimainkan dalam kerangka besar konentivitas Belt on Road. Kebijakan ini jelas membuat Magufuli disukai kembali oleh Barat setelah baru-baru ini kebijakan sosial-konservatifnya tidak begitu disukai.

Presiden Tanzania ini mengatakan proyek Cina itu mengajukan persyaratan “eksploitatif” sebagai imbalan atas pembiayaan. Cina telah menetapkan “kondisi sulit yang hanya dapat diterima oleh orang-orang gila,” kata Magufuli kepada media lokal.

Magafuli mengungkapkan bahwa mereka ingin kita memberi mereka jaminan 33 tahun dan sewa 99 tahun, dan kita tidak boleh mempertanyakan siapa pun yang datang untuk berinvestasi di sana begitu pelabuhan beroperasi. Mereka ingin mengambil tanah itu sebagai milik mereka, tetapi kami harus memberikan kompensasi kepada mereka untuk membangun pelabuhan itu.

Magufuli juga berpendapat bahwa pembangunan pelabuhan Bagamoyo, yang pondasinya diletakkan oleh pendahulunya Jakaya Kikwete, akan merusak ekspansi pelabuhan Dar es Salaam senilai US$ 522 juta yang akan melipatgandakan kapasitasnya saat ini ketika selesai pada akhir 2019.

Cina belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penangguhan proyek pelabuhan Bagamoyo di Tanzania yang bernilai miliaran dolar tersebut. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler