Connect with us

Politik

Singkirkan Gatot Nurmantyo, AHY Kandidat Kuat Dampingi Jokowi

Published

on

AHY, Jokowi dan Gatot (Ilustrasi/Pinterpolitik)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Hasil Survei Indo Barometer merilis, bahwa ada sederet nama yang memiliki peluang sebagai kandidat kuat dampingi Jokowi di pilpres 2019 mendatang. Satu diantaranya adalah AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono.

Dari hasil simulasi pasangan Capres dan Cawapres, Jokowi-Gatot hanya 47.9 persen. Sementara Jokowi-Tito sebesar 41.5 persen. Adapun Jokowi-BG 41.2 persen serta Jokowi-Sri Mulyani 43.4 persen. Namun hal mengejutkan ketika Jokowi dipasangkan dengan AHY, survei membuktikan pasangan ini mendapat prosentase 48.6 persen. Sementara untuk pasangan Jokowi-Ridwan Kamil hanya mentok 46.6 persen.

Menanggapi hal itu, Sekjend Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan hasil simulasi yang dilakukan lembaga Survey Indo Barometer menempatkan AHY sebagai kandidat terkuat sebagai Cawapres Jokowi.

“AHY memang terlihat sebagai anak ‘gadis’ yang cantik apabila dipasangkan dengan pangeran tampan. Saya kira pilihan anak muda menjadi bagian masa depan. AHY menjadi aktor sangat penting. Siapapun presidennya ke depan,” ujar Hinca di Hotel Atlet Century Park, Jakarta (3/12/2017).

Hinca melanjutkan, saat ini Partai Demokrat masih belum belum memutuskan terkait dengan dukungan capres maupun cawapres pada Pemilu 2019 mendatang.

“Partai Demokrat masih belum memutuskan siapa yang akan diusung Pilpres. Oleh karena itu, yang menjadi catatan kita ketika dipasangkan secara spesifik, AHY selalu naik terus elektabilitasnya,” terangnya.

Hinca melanjutkan, saat ini AHY terus intens untuk keliling ke daerah-daerah, bertemu langsung dengan masyarakat. “AHY melakukan yang namanya keliling Nusantara. Ini untuk memperkenalkan dirinya, sehingga terjadi peningkatan elektabilitas,” sambungnya.

Politisi Partai Demokrat itu menyatakan, AHY sesungguhnya sedang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan.

“AHY ini menjadi pemimpin muda yang diciptakan PD untuk menjadi pemimpin masa depan. Tidak hanya Pilpres 2019, tetapi masih panjang. Yang penting Demokrat dalam 2019, akan mengusung tidak mendukung calon dari partai lain. Kali ini, kita harus usung siapapun dia. Bisa calon presiden atau calon wakil presiden,” pungkasnya.

Baca Juga:  Penolakan Gatot Oleh AS, Fadli Zon : Ini Kontroversi Besar

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Romandhon

Terpopuler