Connect with us

Inspirasi

Simako, Pelacak Anggota Koperasi Bermasalah

Published

on

Koperasi (Ilustrasi). Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Kudus – Sebagaimana industri perbankan, koperasi juga seringkali menghadapi adanya anggota (nasabah) yang bermasalah, atau anggota yang masuk dalam daftar hitam (blacklist), seperti tidak membayar pinjaman.

Untuk mengidentifikasi anggota koperasi yang bermasalah secara konvensional, tentu membutuhkan waktu. Sebagai solusi, empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), ‘menawarkan’ Sistem Informasi Anggota Koperasi (Simako) berbasis mobile.

Empat mahasiswa itu adalah Budi Hantomo, Mahfiah Nurul Ismi, Tajul Alwi, dan Ardi Irfanto. Simako ini diterapkan Forum Komunikasi Koperasi Indonesia (FK3I) Kabupaten Pati dengan anggota Koperasi Simpan Pinjam Syariah di beberapa wilayah kecamatan.

”Simako dapat membantu pengurus koperasi, dalam melihat data anggota koperasi bermasalah (blacklist). Dengan demikian, anggota koperasi tersebut tidak bisa melakukan pinjaman di koperasi lain,” terang Budi Hantomo.

Menurut Budi Hantomo, perancangan sistem informasi ini dilakukan dengan pembuatan usecase. Tujuannya, yakni agar konsep yang dibuat pada aplikasi Simako, dapat efektif dan nyaman dipakai pengguna.

”Aplikasi Simako berbasis mobile ini menggunakan teknologi hybrid platform, desain user interface (UI). Pada halaman login, aplikasi Simako akan dioperasikan oleh admin atau pengurus koperasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, Simako memiliki beberapa tampilan menu, yakni pencarian data anggota, info penting, help, kritik-saran dan menu admin.

”Untuk mendapatkan data anggota, harus meng-input identitas diri anggota terlebih dahulu. Setelah itu, data anggota koperasi akan keluar lengkap berikut data pinjaman dan tunggakannya,” paparnya.

Tri Listyorini, dosen pembimbing mengatakan Simako bisa digunakan untuk mengatasi kolektabilitas pada forum komunikasi dan kerja sama koperasi Indonesia regional Pati.

”Semakin banyak koperasi yang menerapkan sistem ini, maka data yang ada semakin akurat dan sistem yang berjalan semakin optimal,” katanya yang mengakui dalam perancangan sistem ini sempat dua kali di-hack sehingga dilakukan perbaikan security-nya.

Baca Juga:  Bebas Tuntutan Hukum, Ini Pesan Ketua KOAPGI Rimond Barkah

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler