Connect with us

Mancanegara

Wacana Ideologi Nasionalis Ekstrem di Eropa Jadi Tren

Published

on

Imigran dari timur tengah masuk ke Eropa/Foto via YouTube/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tren migrasi muslim Timur Tengah ke negara-negara Eropa cukup menjadi perhatian serius oleh para muslim minoritas di beberapa negara seperti Bosnia dan Austria.

Pada sebuah kesempatan baru-baru ini, sejumlah akademisi dan profesor termasuk dari Bosnia dan Australia mengaku cemas dengan semakin meningkatnya kelompok-kolompok kanan. Hal ini diungkapkan Ibnu Burdah, Dosen Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pakar kajian Timur Tengah.

Berdasarkan pengakuan para profesor di Bosnia dan Austria, Ibnu Burdah menjelaskan tak sedikit muslim di sana merasa khawatir dengan sinyal semakin menguatnya kelompok berpaham ektrimis.

“Kemarin aku diskusi dengan beberapa profesor dari Bosnia dan Austria di Vienna tentang kecemasan mendalam masyarakat muslim di Eropa terkait menguatnya kelompok-kolompok kanan,” kata dia kepada redaksi Nusantaranews usai memberi kuliah selama dua minggu di Vienna.

Menurutnya ada beberapa faktor pendorong mengapa mereka (muslim Eropa) merasa cemas. Diantaranya adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi di sana serta banyaknya pengungsi yang masuk. Situasi ini, beber Ibnu Burdah adalah pemicu lahirnya sentimen nasional.

“Pertumbuhan ekonomi yang lambat dan banyaknya pengungsi jadi pemicu menguatnya sentimen nasional ini. Orang-orang kata teman pengajar di sana gampang sekali marah,” sambungnya.

Keresahan inilah yang membuat muslim di Eropa dihinggapi rasa takut. Pasalnya, meningkatnya kebencian terhadap pendatang, khususnya para imigran seakan-akan sengaja dihembuskan.

“Ya cerita sedikit tentang kondisi meningkatnya kebencian terhadap pendatang. Ada tren ideologi nasionalis ekstrem jadi wacana dominan,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler