Connect with us

Mancanegara

Sidang Parlemen Thailand Setuju Mengubah Konstitusi Negara

Published

on

Sidang Parlemen Thailand Setuju mengubah konstitusi negara.

Sidang Parlemen Thailand Setuju mengubah konstitusi negara/Foto: Editorji

NUSANTARANEWS.CO, Bangkok – Sidang Parlemen Thailand setuju mengubah konstitusi negara. Sidang yang digelar selama dua hari itu khusus membahas protes anti-pemerintah yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Para anggota parlemen pada prinsipnya menyetujui untuk mengubah konstitusi tanpa memberi rincian dan mengaskan bahwa tidak akan menyentuh klausul yang berkaitan dengan monarki.

Anggota partai yang berkuasa di Thailand mengusulkan dibentuknya sebuah komite untuk membahas cara menyelesaikan krisis politik yang sedang terjadi. Ketua DPR Chuan Leekpai mengingatkan anggota parlemen bahwa tidak ada pemungutan suara, oleh karena itu tidak ada tindakan resmi yang akan diambil atas masalah yang dibahas.

Dalam sidang parlemen Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan bahwa ia setuju dengan ide pembentukan komite. Ia juga mengatakan akan memasukkan isu reformasi konstitusional dalam agenda parlemen bulan depan dan mengadakan referendum nasional tentang masalah tersebut.

Reformasi konstitusional adalah salah satu tuntutan pengunjuk rasa yang hampir setiap hari turun ke jalan. Mereka juga menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, dan juga reformasi monarki.

Beberapa anggota parlemen oposisi mengkritik usulan pembentukan komite tersebut. Mereka mengatakan itu adalah taktik mengulur waktu.

Terkait seruan pengunduruan dirinya, Prayut menolak dengan tegas dan mengatakan tidak akan meninggalkan tugasnya ketika negara tengah menghadapi krisis.

Dalam pidato penutupannya, Perdana Menteri Prayuth juga memperingatkan warga Thailand agar tidak terkena pengaruh asing yang masuk ke dalam politik negara. “Orang Thailand tidak boleh merusak bangsanya dan tidak membawa negara asing ikut campur dalam urusan Thailand,” katanya.

Sebelumnya pada hari Selasa, puluhan royalis Thailand berkumpul dan melakuan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di mana mereka membuka spanduk bertuliskan: “Tolong hentikan perang hibrida di Thailand” dan “Pekerjaan Anda di Hong Kong telah selesai tetapi tidak berhasil untuk Thailand. Sementra lebih dari 1.000 orang berkumpul di dekat Taman Lumpini untuk memberikan dukungan. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Perangi Covid-19, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Ajak Pakai Masker

Loading...

Terpopuler