Connect with us

Traveling

Si Cantik yang Tersembunyi di Ujung Timur Flores

Published

on

Kapela Tuan Anna. (Foto: Agneshia Christa)

Kapela Tuan Anna. (Foto: Agneshia Christa)

NUSANTARANEWS.CO, Flores – Si cantik yang tersembunyi di ujung timur Flores. Flores tak melulu hanya Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Di Ujung Timur Pulau Flores, terdapat surga kecil yang menarik untukm dikunjungi. Daya tarik Flores Timur adalah kebudayaan Lamaholot dan panorama alam yang mampu menyihir setiap mata yang melihat. Dikelilingi barisan pegunungan dan perbukitan dengan interior hijaunya, Flores Timur juga mampu memanjakan mata dengan lautan biru yang mengelilingi-nya. Terdiri dari daratan timur Pulau Flores itu sendiri, dan 2 pulau besar di depannya, Pulau Adonara dan Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur menyatu, menyajikan pengalaman perjalanan yang tidak akan dilupakan setiap orang yang singgah ke sana.

Beribukota Larantuka, sebuah kota pelabuhan kecil yang sibuk dan makmur, Kabupaten Flores Timur tetap mampu memukau hati setiap orang yang pernah kesana. Nama Larantuka sudah terkenal sejak abad ke-16 saat kapal kapal Portugis masuk ke kawasan ini untuk berdagang. Oleh sebab itu anda akan menemukan beberapa peninggalan portugis di tempat ini. Belahan terjauh bagian timur pulau Flores ini memiliki peran penting dalam penamaan pulau yang menggenggamnya. Nama pulau Flores yang dulunya bernama Nusa Nipa (Pulau Ular) diperkirakan berasal dari sini. Dahulu Larantuka disebut sebagai Cape Of Flower atau Tanjung Bunga (sekarang masih ada kecamatan Tanjung Bunga di paling ujung Pulau Flores). Dalam bahasa Portugis Cabo da Flora ata Cabo da Flores yang keseluruhan , hingga kini disebut Flores.

Depan Pesisir Pulau Konga. (Foto: Agneshia Christa)

Depan Pesisir Pulau Konga. (Foto: Agneshia Christa)

Keindahan alam dan kesederhanaannya, seakan mampu menyihir orang yang kesana untuk betah berlama lama dan enggan pulang. Keramahan penduduk lokal akan membuat anda betah tinggal di sana. Mereka tak akan memperlakukan anda seperti orang asing atau wisatawan, tapi sebagai keluarga baru!

Beberapa hal yang menarik di Flores Timur adi antaranya;

1. Semana Santa di Larantuka

Saat ini Larantuka termahsyur dengan perayaan keagamaan umat Katholik Semana Santa. Tiap tahunnya seminggu sebelum paskah, Kota Larantuka akan dibanjiri ribuan peziarah, bukan hanya dari luar kota atau luar Propinsi, bahkan dari Luar Negri pun datang untuk mengikuti prosesi keagamaan yang masih kental Budaya Portugis ini. Bangunan terpenting dalam kegiatan rohani ini adalah Katredal Reinha Rosari, Kapela Tuan Ma (Mother Mary Chapel) , dan Kapela Tuan Anna (Chapel of Jesus Christ). Patung Yesus (Tuan Anna) dan patung Bunda Maria (Tuan Ma) diarak dari kapela masing masing menuju Katredal Reinha Rosari.

Pantai Anadora. (Foto: Agneshia Christa)

Pantai Anadora. (Foto: Agneshia Christa)

Sejak lebih dari 5 abad yang lalu, Larantuka selalu merayakan ritual keagamaan ini. Pekan Suci Semana Santa dimulai dengan Rabu Trewa. Pada hari tersebut di Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Anna dilakukan kegiatan mengaji Semana terakhir. Sedangkan di Katredal diadakan ibadat Lamentasi/Renungan.

Baca Juga:  PGN Targetkan Tambahan 34.073 Pelanggan Gas Bumi di Jatim

Kemudian pada Kamis Putih, di jalan-jalan rute prosesi, umat sibuk membangun Armida ( tempat pemberhentian) dan Turo (pagar/tempat memasang lilin. Sedangkan di Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Anna dilakukan ritual oleh petugas khusus, kemudian dilanjutkan ritual cium patung Tuan Ma dan patung Tuan Anna di kapela masing masing. Sedangkan di Katredal pada pagi hari dan petang diadakan misa yang kemudian dilanjutkan Adorasi seluruh umat secara bergilir sampai pagi.

Pada Puncak Prosesi Semana Santa ini, Jumad Agung, dilakukan prosesi perarakan Patung Tuan Ma dan Patung Tuan Anna dari kapela masing-masing ke Katredal. Dan malam harinya, Perarakan Jumad Agung dimulai dari Gereja Katredal mengelilingi kota Larantuka dan kembali ke Gereja Katredal dengan menyinggahi 8 armida (tempat persinggahan). Seluruh umat berdiri di belakang Bunda Mater Dolorosa dan bersama Bunda Mater Dolorosa mengikuti jalan salib.

Pantai Kawaliwu. (Foto: Agneshia Christa)

Pantai Kawaliwu. (Foto: Agneshia Christa)

Dan semenjak selesainya prosesi Jumad Agung yang biasanya sekitar Sabtu dini hari, umat masih diberi kesempatan untuk melakukan ritual Cium Tuan Ma dan Tuan Anna di Gereja Katredal. Kemudian pada pagi hari, Confreria telah berkumpul bersama umat mengarak kembali Tuan Ma dan Tuan Anna dari Gereja Katredal kembali ke kapela masing masing. Dan pada Sabtu petang dilangsungkan misa meriah Malam Paskah.

Bagi orang Larantuka yang biasa menyebut dirinya Orang Nagi, dalam kurun waktu lebih dari 5 abad ini, perayaan iman ini mempunya arti dan makna yang mendalam. Dalam hidup orang nagi, sejak leluhur dihayati sebagai hari-hari rahmat berlimpah.

2. Sunset indah yang di janjikan di Larantuka

Adalah pantai Kawaliwu, yang terletak 18 km dari pusat kota Larantuka, menjanjikan pemandangan luar biasa matahari seakan terbenam di lautan lepas. Anda dapat mengunjungi Kawaliwu dengan berkendara sekitar 45 menit dengan menyewa kendaraan bermotor atau diantar ojek. Sesampainya disana, anda akan disambut dengan batuan besar hitam di sepanjang pantai. Begitu menginjakan kaki di atas bebatuan , akan terasa panas. Tetapi bukan karena akibat sinar matahari, melainkan ada sumber air panas yang mengalir dibawahnya. Sangat unik memang karena hanya beberapa meter dari air laut yang dingin, kita dapat menggali pasir pantai dan akan muncul sumber air yang panas.

Pantai Waibalun. (Foto: Agneshia Christa)

Pantai Waibalun. (Foto: Agneshia Christa)

Meskipun masih perawan dan belum terjamah industri pariwisata, Pantai Kawaliwu tampil cantik dengan menawan. Apalagi saat matahari terbenam, semburat warna kuning, jingga, hingga merah di langit, menemani matahari hingga terbenam akan membuat anda terkagum kagum.

Bagi anda penikmat senja, kunjungi juga Pantai Lato yan merupakan spot favorite juga dalam menikmati sunset. Jadi luangkan 2 hari anda di Larantuka untuk berburu sunset indah yang seolah olah menyihir anda hingga enggan meninggalkan tempat itu.

3. Menikmati Bawah Laut Flores Timur

Baca Juga:  Puisi Ruchman Basori Mereka yang Memelintir

Flores Timur juga memiliki kekayaan bawah laut yang indah. Bahkan konon sebutan Flores atau Bunga berasal dari bawah laut Flores Timur. Dimana orang Portugis menjumpai bunga bunga cantik berwarna warni di bawah Laut Flores Timur. Namun sayang pada tahun 1992 terjadi gempa hebat yang menghancurkan dan menyapu bersih terumbu karang di Flores Timur, 20 tahun sesudahnya, bawah laut mulai berbenah dan ditumbuhi kembali karang cantik.

Walaupun tidak seindah dulu, namun anda masih dapat menikmati keindahan bawah Laut Flores Timur yang teduh dan sejuk. Dengan 4 jam berkendara motor laut dari Larantuka atau 2,5 jam dengan kendaraan bermotor dari Larantuka, anda akan sampai di Waiklibang, Ibukota Kecamatan Tanjung Bunga. Teluk kecil indah yang menawarkan pemandangan taman laut yang menawan. Banyak biro tour wisata di Larantuka yang menyediakan paket wisata snorkeling dan diving ke sana.

4. Menjelajah Pulau Adonara

Menyebrang dari Larantuka ke Adonara, yang masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Flores Timur, anda dapat mengunjungi beberapa tempat wisata. Di pinggir pantai Desa Sagu, Kecamatan Adonara terdapat danau Kota Kaya yang lebih mirip dengan Laguna. Tidak jauh dari Danau Kota Kaya terdapat wisata sejarah Benteng Adonara yang merupakan kubu pertahanan menghadapi penjajah.

Di Desa Nelenreren, 7 km dari Ibukota Kecamatan, terdapat pantai Watotena. Keunikan dari pantai ini adalah dengan hamparan pasir sepanjang 300 meter, terdapat batu batu koral yang menyerupai kumpulan perahu yang tengah berlauh di tepi pantai.

Patung Tuan Ma. (Foto: Agneshia Christa)

Patung Tuan Ma. (Foto: Agneshia Christa)

Di sebelah timur Pulau Adonara, terdapat Rumpun Pulau-Pulau Kecil yang indah. Tepatnya di wilayah territorial Kecamatan Witihama, kumpulan beberapa pulau atol berukuran kecil ini terlihat sungguh indah. Terdiri dari Pulau Meko, Pulau Bani, Pulau Watan Peni dan Pulau Kenawe, serta sebuah atol mungil hamparan pasir putih yang hanya dapat dilihat ketika air laut surut.

Pantai dan hamparan pasir yang indah, taman laut dan terumbu karang yang masih natural dan cantik, habitat ribuan kelelawar yang bergelantungan di bakau Pulau Watan Peni serta kondisi air laut yang bening menjadi daya tarik tersendri disini. Banyak wisatawan mancanegara yang menggunakan yacht datang ke sini. Sedangkan untuk wisatawan lokal, dapat mengunjungi biro atau tour wisata yang banyak terdapat di kota Larantuka untuk kesana dengan motor laut dari Larantuka selama kurang lebih perjalanan 3 jam.

5. Singgah ke Pulau Solor

Menjelajah Flores Timur memang butuh waktu yang tidak sebentar. Tidak sedikit tempat tempat indah yang masih perawan menarik untuk dikunjungi. Dan jika sudah sampai di Larantuka, sempatkanlah untuk singgah ke Pulau Solor.

Di desa Riangsungse, kecamatan Solor Barat, berjarak 2 km dari Ritabaeng, Ibukota Kecamatan Solor Barat, terdapat sebuah pantai indah dengan pemandangan alam menawan. Hamparan pasir putih membentang sepanjang 500 meter cocok untuk aktivitas berjemur, berenang, berperahu, bahkan snorkeling di sekitar pantai.

Baca Juga:  Jokowi: Dana Desa Terbukti Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Desa

Membahas kekayaan alam Flores, khusunya Flores Timur memang rasanya tidak akan ada habisnya. Keragaman hayati, kebudayaannya, memang sungguh luar biasa. Dan di ujung timur pulau Flores ini, anda akan menemukan kedamaian, kesederhanaan, ketenangan dan panorama alam yang luar biasa indahnya.

Untuk menuju Flores Timur anda dapat melakukan penerbangan dari Kupang, ibukota NTT menuju Larantuka atau dari Bali menuju Maumere, kemudian dilanjutkan perjalanan darat dari Maumere ke Larantuka. Yang perlu diingat, disini tidak terdapat taxi, jadi anda harus menyewa kendaraan motor dengan tarif mulai dari 80 ribu per hari atau mobil mulai dari 400 ribu per hari. Jika ingin dekat dengan warga lokal, gunakan kendaraan umum bemo yang banyak terdapat di Larantuka dengan tarif mulai dari 4 ribu.

Patung Tuan Berdiri. (Foto: Agneshia Christa)

Patung Tuan Berdiri. (Foto: Agneshia Christa)

Jangan khawatir untuk tempat penginapan, Larantuka menawarkan banyak penginapan dan hotel di sekitar bandara dan tengah kota. Tapi jika anda datang pada saat Semana Santa, pastikan anda telah membooking hotel jauh jauh hari karena biasanya saat Paskah, seluruh hotel dan penginapan sudah full oleh ribuan peziarah.
Untuk restaurant dan tempat makan sudah banyak berjajar di sekitar pasar dan pusat kota. Jika anda menghendaki makanan jawa, terdapat pusat jajanan yang menjual aneka makanan jawa di dekat alun alun kota.

Cara menuju Larantuka:

– Dari Bali atau Jakarta pesawat ke Bandara El-Tari Kupang, lalu lanjut dengan Wings Air atau Trans Nusa yang melayani penerbangan ke Larantuka
– Dengan pesawat menuju Bandara di Labuan Bajo, lalu lanjut perjalanan darat ke timur kurang lebih 14 jam
– Menggunakan kapal laut dari Surabaya, untuk jadwal bisa cek website PT.PELNI.

Hotel di Larantuka:

– Sunrise Hotel Larantuka, Jalan Soekarno Hatta 12, Weri, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 86219
– Asa Hotel & Retaurant, Jalan Soekarno Hatta, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 86219
– Hotel Lestari, Jalan Yo Sudarso, Larantuka Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,
– Hotel Fortuna Larantuka, Jalan Bauki Rahmat 169, Kel Wae Hale, Kec Larantuka , Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,
– Flores Cottage, Jalan Diponegoro, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,
– Hotel Pelangi Larantuka, Jalan Latsitarda, Kel Pohon Bao, Kec Larantuka. Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,
– Hotel Amoria, Jalan Reinha Roari, Kel Postoh, Kec Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,

Tips Wisata di Larantuka:

– Transportasi dari bandara tidak ada taksi atau bus umum. Wisatawan dapat naik ojek atau mobil travel.
– Transportasi umum di Larantuka adalah mobil angkot atau bemo dengan ciri khas musik volume keras, tarif sekitar 5 ribu rupiah.
– Walaupun memiliki bahaa daerah nagi, seperti bahasa Melayu namun khas Larantuka, namun seluruh penduduk cukup sering menggunakan bahasa Indonesia.
– Karakter orang Larantuka sangat ramah dan wellcome, jadi jangan ragu untuk sering berinteraksi dengan penduduk lokal.

Penulis: Agneshia Christa

Loading...

Terpopuler