Connect with us

Hankam

Seminar IIDSS 2018 Unhan Suguhkan Topik-topik Sangat Khas dan Relevan dengan Situasi Terkini

Published

on

universitas pertahanan, unhan, seminar unhan, seminar pertahanan, seminar internasional, iidss 2018, iidss unhan 2018, pertahanan indonesia, manajemen pertahanan, nusantaranews

Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018 dengan tema Strengthening Defense Diplomacy to Address Common Security Challenges. (Foto: Istimewa/Eriec Dieda)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaUniversitas Pertahanan (Unhan) menyelenggarakan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018. Forum ilmiah ini telah diakui masyarakat dunia.

Dibandingkan tahun lalu, peserta IIDSS 2018 lebih banyak dan beragam latar belakang kepakarannya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan serta antusisme yang besar terhadap kegiatan seminar bertaraf internasional ini.

Selain itu, topik-topik seminar IIDSS 2018 juga sangat spesifik dan menarik seperti Weapons of Mass Destruction (WMD): Global Diplomacy on Non-Proliferation of WMD, Cracking Down Transnational Organized Crimes (TOC) in the ASEAN Region, Energy and Natural Resources: Promoting Sustainable Resources Development, Terrorism and Separatism Challenges, Humanitarian Assistance and Disaster Relief–Sharing Best Practices and Strategies in Disaster Relief dan Media and Information Warfare.

Baca juga: Universitas Pertahanan Gelar Seminar Internasional 2018

Dimintai tanggapannya tentang topik-topik yang dibahas dalam seminar IIDSS 2018, dosen Universitas Pertahanan Susaningtyas Kertopati menilai sangat khas dari sudut pandang pertahanan negara dan keamanan nasional sebagai cakupan disiplin ilmu pertahanan.

“Topik Weapon of Mass Destruction sangat relevan dengan situasi terkini di Timur Tengah dan Semenanjung Korea. Topik Terrorism and Separatism juga dinilai banyak pakar sangat tepat sebagai masukan kepada pemerintah RI. Bahkan topik Media and Information Warfare sangat tepat dibahas di tengah maraknya fake news, hate speech dan lain-lain yang sangat mengganggu masyarakat Indonesia akhir-akhir ini,” kata dia, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Perempuan yang juga dikenal sebagai pengamat militer ini menambahkan bahwa besar harapan aparat keamanan dan kalangan akademisi dapat berinteraksi selama seminar tersebut berlangsung sebagai salah satu wujud persatuan dan kesatuan.

Editor: Eriec Dieda

Advertisement

Terpopuler