Connect with us

Hukum

Saling Tembak Sesama Anggota Brimob, Nasir Djamil Minta Kepolisian Tekankan Pembinaan

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil. Foto Ucok Al Ayubby/ NusantaraNews

NusantaraNews.co, Jakarta – Tiga Anggota Brimob Polri ditemukan tewas setelah diduga saling melakukan baku tembak dengan rekannya sendiri. kejadian tersebut terjadi di lokasi pengeboran sumur minyak PT Sarana GSS Trembul di Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Itu mungkin terlalu banyak latihan,” ujar Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil sambil tertawa, Rabu (11/10/2017).

Nasir mengatakan DPR sudah menekankan kepada Kepolisian tentang pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap anggota pada masing-masing tingkatan.

“Itulah yang kita minta sama kepolisian dalam beberapa rapat kerja agar pengawasan dan pembinaan ditekankan. Jadi masing-masing level itu bertanggung jawab atas pembinaan dan pengawasan,” kata Nasir.

Nah makanya terkait pola pembinaan, bagaimana hubungan antara atasan dan bawahan. Jadi atasan bisa mengetahui prilaku bawahan,” imbuhnya.

Nasir melanjutkan penggunaan senjata oleh anggota kepolisian butuh dievaluasi. Hal tersebut dimaksudkan agar kejadian saling tembak, atau menembak diluar prosedur tidak terjadi.

“Aparat kepolisian yang pegang senjata ini harus dievaluasi. Meskipun memang ada senjata diletakkan di kantor ketika selesai bertugas. Karena waktu itu ada kasus penembakan bundir, menembak teman. Saya pikir itu selesai. Ternyata kan ada lagi. Jadi bagaimana harus ada evaluasi,” katanya.

Dia mengingatkan kepada brimob untuk tidak memasuki kawasan objek vital. Karena hal tersebut bukan tupoksinya

“Ini yang harus diatur. Harusnya tidak boleh lagi. Polisi tidak boleh masuk ke wilayah itu. Karena bukan tupoksinya. Ada pengamanan objek vital,” pungkasnya

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler