Connect with us

Hankam

Rusia Siap Pasok Su-57, Jika AS Membatalkan Penjualan F-35 Ke Turki

Published

on

Rusia Siap Pasok Su-57

Rusia Siap Pasok Su-57 ke Turki/Foto: tweeter

NUSANTARANEWS.CO – Rusia siap pasok jet tempur Su-57 ke Turki, jika partisipasi Turki dalam program F-35 dihentikan oleh Amerika Serikat (AS), kata boss Rostec Corporation, Sergey Chemezov, pada awal bulan Mei lalu. Chemezov mengklaim bahwa, “Jet tempur generasi kelima Rusia ini memiliki kemampuan dan kualitas yang luar biasa.”

Chemezov mengatakan bahwa Rusia siap melakukan pembicaraan dengan Turki terkait transfer teknologi serta kemungkinan memproduksi S-400 dan Su-57 di Turki – sembari memuji kemajuan Turki yang sangat kompeten dalam memproduksi persenjataan seperti senapan, kendaraan lapis baja dan drone.

“Kami siap mendukung keinginan Turki untuk mengembangkan industri pertahanannya sendiri,” tambah Chemezov.

Turki adalah negara NATO pertama yang menandatangani kontrak untuk sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Meskipun mendapat banyak tekanan dari mitranya, Turki tetap teguh dan konsisten mengimplementasikan semua kontrak yang telah disepakati, kata Chemezov.

Pada bulan Juni, Pentagon memperingatkan Ankara bahwa pengiriman 100 jet tempur F-35 bisa dihentikan dan pelatihan untuk para pilot tempur Turki akan dibatalkan jika Turki tetap membeli sistem rudal Rusia. Seperti telah diberitakan, AS mengancam keberadaan Turki dalam program F-35 jika Ankara menolak untuk membatalkan perjanjian pembelian sistem rudal S-400 Rusia yang canggih – dengan alasan sistem pertahanan Rusia tersebut tidak kompatibel dengan standar keamanan NATO.

Loading...

Ankara sebaliknya malah mempertimbangkan pembelian jet tempur Rusia, jika Washington tetap menolak untuk mengirimkan pesawat F-35 ke Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump tentang niat Ankara untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia bersamaan dengan pembelian jet tempur siluman F-35 AS.

Baca Juga:  Komitmen Indonesia Dalam Transparansi Anggaran

Erdogan percaya bahwa perselisihan dengan AS terkait pengadaan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia akan dapat diatasi “tanpa masalah” dan menambahkan bahwa Trump mendukung Turki dalam pertikaian terebut, menurut Reuters.

Sementara itu, Ankara akan menerima pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia dalam beberapa hari, Bloomberg melaporkan pada hari Senin, mengutip media Turki. Secara khusus, batch pertama S-400 akan dikirimkan dalam 7-10 hari mendatang, menurut Bloomberg, mengutip surat kabar Haberturk.

Fakta bahwa Turki tidak menyerah pada tekanan dari para mitra NATO-nya menunjukkan bahwa kemandirian kebijakan luar negerinya patut dijadikan contoh yang baik. (Banyu)

Loading...

Terpopuler