Connect with us

Sport

Rooney: Saya Ingin Menjadi Pelatih Setelah Pensiun

Published

on

wayne rooney, timnas inggris, three lions, legenda united, karir rooney, nusantaranews, nusantara, nusantaranewsco, nusantara news

Wayne Rooney. (Foto: Goal)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pertandingan persahabatan timnas Inggris kontra Amerika Serikat pada Jumat (16/11) dini hari WIB menjadi laga terakhir Wayne Rooney bersama Three Lions.

Dalam laga uji coba itu, Inggris sukses mengalahkan AS dengan skor 3-0 berkat gol-gol Jesse Lingard (25), Trent Alexander-Arnold (27), dan Callum Wilson (77).

Rooney baru diturunkan pada babak kedua, tepatnya menit ke-58 menggantikan Dele Alli. Dan hingga peluit panjang berbunyi, Three Lions berhasil mempertahankan skor dan tanpa kebobolan.

Bagi Rooney, laga ini menjadi sangat emosional sekaligus spesial. Legenda Manchester United itu mengakhiri perjalanannya di timnas Inggris dengan mencatatkan penampilan sebanyak 120 kali, yang berarti caps terbanyak kedua untuk Three Lions. Caps terbanyak pertama dicatatkan Peter Shilton, yakni 125 laga.

Saat ini Rooney bermain untuk klub MLS, DC United usai pindah dari Everton musim lalu. Ia diikat kontrak selama 3,5 tahun di klub berjuluk Black and Red itu.

Usai laga melawan AS, Rooney mengaku dirinya akan mengikuti jejak Michael Carrick dan Ryan Giggs. Keduanya merupakan rekan setim Rooney ketika masih sama-sama membela Manchester United. Carrick saat ini menjadi staf Jose Mourinho di Old Trafford, sementara Giggs mengawaki tim nasional Wales.

“Ya, itu (menjadi pelatih) adalah sesuatu yang sangat saya sukai dan saya ingin melakukannya,” kata Rooney kepada Stewar Gardner, reporter manutd.com.

“Yang jelas, saya harus menyelesaikan tugas saya di Amerika. Mudah-mudahan pada saat saya kembali ke Inggris, saya berada dalam posisi untuk menerima atau menolak tawaran yang diajukan kepada saya,” tambahnya.

Hanya saja, beberapa eks rekan setim Rooney di United teranyata tak semuanya melanjutkan karir mereka sebagai pelatih. Ambil contoh misalnya Rio Ferdinand, Gary Neville dan Paul Scholes yang kini menjadi pundit atau komentator sepakbola.

Namun, Rooney menghormati pilihan karir rekan-rekannya tersebut. “Saya pikir semua orang berbeda. Saya lebih suka memberikan pelatihan atau manajemen, jika tidak berhasil maka saya percaya ada peluang untuk juga tampil di TV,” ucapnya.

(alm/anm/vh)

Editor: Almeiji Santoso

Advertisement

Terpopuler