Puisi  

Rogojampi dan Cerita Biji Lumpur – Puisi Citra D. Vrestu Trisna

NUSANTARANEWS.CO – Citra D. Vresti Trisna, lahir di Surabaya. Puisinya terangkum dalam beberapa antologi bersama. Cerpen, kolom, esainya dimuat di beberapa surat kabar lokal maupun nasional. Puisi-puisinya yang tayang di nusantaranews.co minggu ini berjudul: “Rogojampi Pukul 00:00“, “Sakit Kepala di Pesta Kebun“, “Betis Kekasih“, “Sebelum-Setelah Tragedi“, “Cerita Biji Lumpur“.

Rogojampi Pukul 00:00

malam hampir perempuan
jam dinding beku pada pukul 00:00

pejalan mematung. rumah-rumah pergi
mencari pulang dalam ransel
perang dunia di mata seorang gadis
menelan dengung sirine

hujan turun. malam jatuh. jatuh
gonggong anjing bulan di setengah tarikan mantra
tenung yang dibikin dari tarian di tengah sawah
menyala-mengisi lagu malam dendam

“selamat malam rogojampi.”

pejalan menjatuhkan tahun-tahun
di kursi panjang. bunyi dengkur halus
pria tua yang keningnya bau lampu
mendongeng. kisah kematian
yang mengungsi

ada rindu petik gitar menjauh
suara perempuan yang dadanya rindu
kekasih. menyalakan korek api dari malam minggu
tragedi, televisi, suara nakal dan buku sihir yang melipat
rogojampi menjadi garis-garis pagi

(2015)

Sakit Kepala di Pesta Kebun
-kepada yuslisut

mata, rambut dan struktur giginya lapar
menunggu bau bandeng digoreng
di rumah seorang kawan
sepiring nasi disajikan dari kemiskinan terstruktur
negara yang tak punya istilah

di pipinya yang berminyak, melekat biji puisi
rumus ekonomi:
bahasa yang mendongeng, cerita kekasih
ditulis di layar kalkulator, rekening bank
siraman kuah sayur di layar komputer
menciptakan sakit kepala; anak-anak kuliah
mengarang mantra di pesta kebun

“dimana tempat orang merayakan hari libur,
di situ aku bersembunyi.” ucapmu

tali gantung diri kah yang mendekat
pada mimpi (yang kubayangkan) seperti kamus
sastra lapak dan kartel gatholoco?
di dekap kritik tajam yang kehilangan identitas
kau tersenyum

Baca Juga:  Ibu, Beri Aku Rindu - Puisi HM. Nasruddin Anshoriy Ch

sebuah kaca di meja belajar akan membantumu
menulis kisah padi di atas kartu remi bergambar
ikan bandeng, kuah sayur dan sambal trasi

(2015)

Betis Kekasih
: kekasihku, dedes

di betismu, kasih
semiotika yang mandul mengeja ardhanareswari
definisi dan bahasa yang diperkosa kamus

di betismu kah peta yang mengantar kami
ke inti hijau. desa panggul
kejayaan yang mengungsi dari bedil
memenjarakan penjaga candi-candi di ruang mitos
konsumerisme dan hotel kelas melati

kasih, biar aku telusuri betismu dengan napas
kredit motor-mobil agar kami lebih mengerti
kedengkian bangsa-bangsa. marang cahaya
wahyu keprabon yang melesat-menjauh
dibawa kontainer yang setia

ke barat

(2015)

Sebelum-Setelah Tragedi

tragedi, setelah hujan
adalah selamat malam
yang biasa saja
seperti lelaki dari ujung kabut
pulang muram

lampu merenung
mengawasi jalan,
mengajak menangis. tragedi
sepulang mengaji
darah kesekian yang tumpah
di matamu-mataku

menjelang pagi
perempuan sunyi memasak
kenangan pemuda kota
terjebak tragedi
rumah-rumah gila
tak pernah kembali

(2015)

Cerita biji lumpur

Di Porong, menyeka air mata lagu-lagu sedih
Tiada lagi orang menangis, hanya lagu
Seperti kisah yang berhenti disesali
Janji-janji adalah pendangkalan sungai
Mayat tanpa tubuh bertumpuk-tertimbun
Seperti kartu identitas dan surat dalam loker
Terus dibicarakan, terus dilupakan

Di atas tanggul, yang seperti terus meninggi
Kita saling menyapa
Tari-tarian, gerak tubuh dalam lumpur, spanduk
Dan langkah kaki yang hilang di televisi
Melahirkan luka baru, lagu baru
Diperdengarkan dalam kasak-kusuk gelap

Mungkin di waktu yang lain
Setelah biji-biji lumpur pecah, menyebar
Bertemu lagi, membentuk delta baru
Yang ringkih
Tanpa cinta, tanpa tari-tari, nyanyi
Dan langkah kaki yang ditelan televisi

Sidoarjo, 2015

_______________
*Penulis bisa dihubungi di 082174444379

Baca Juga:  Seorang Tua dan Pemilik Rumah - Puisi Cinta Seorang Ibu