Connect with us

Mancanegara

Ribuan Pengunjuk Rasa Kembali Turun ke Jalan di Thailand

Published

on

ibuan pengunjuk rasa kembali turun ke jalan di beberapa lokasi kota Bangkok, Thailand pada Sabtu (17/10)

Ribuan pengunjuk rasa kembali turun ke jalan di beberapa lokasi kota Bangkok, Thailand pada Sabtu (17/10)/Foto-foto:channelnewsasia.com.

NUSANTARANEWS.CO, Bangkok – Ribuan pengunjuk rasa kembali turun ke jalan di beberapa lokasi kota Bangkok, Thailand pada Sabtu (17/10) yang menyerukan diakhirinya pemerintahan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, menyusul bentrokan pada Jumat malam (16/10) di mana polisi telah menggunakan water canon untuk membubarkan massa.

Hingga hari ini (Sabtu) unjuk rasa yang digerakkan oleh kalangan muda tersebut telah berlangsung empat hari berturut-turut. Bangkok berada dalam keadaan darurat serius sejak Kamis pukul 04.00 wwaktu setempat yang melarang pertemuan lebih dari lima orang serta tindakan apa pun yang akan memicu kerusuhan.

Pemerintah juga telah melarang publikasi berita dan informasi elektronik dengan pesan yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan publik, atau sengaja memutarbalikkan fakta sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berdampak pada keamanan nasional dan ketertiban.

Perintah tersebut dikeluarkan oleh Perdana Menteri Prayut untuk mengendalikan pengunjuk rasa anti-pemerintah, yang telah menggelar demonstrasi massal sejak Rabu.

Aksi unjuk rasa pertama kali terjadi di Monumen Demokrasi sebelum para demonstran pindah ke area di luar Gedung Pemerintah. Para pengunjuk rasa dibubarkan keesokan paginya oleh polisi anti huru hara dan beberapa pemimpin protes ditangkap.

Pada hari Kamis, rapat umum besar berlangsung di persimpangan Ratchaprasong di kawasan bisnis Bangkok. Menurut polisi, setidaknya 10.000 orang bergabung dalam protes tersebut.

Pada hari Jumat, pengunjuk rasa berkumpul kembali di persimpangan Pathumwan, yang terletak di dekat persimpangan Ratchaprasong. Pada pukul 18.30, polisi dengan perlengkapan anti huru hara mulai mendekati para pengunjuk rasa dan membubarkan mereka dengan water cannon.

Baca Juga:  Anies Baswedan: Alhamdulillah Pemprov DKI Jakarta Kembali Dapatkan Penghargaan

Menurut polisi, air tersebut dicampur dengan pewarna biru yang tidak beracun dan bahan kimia yang menyebabkan iritasi. Beberapa pengunjuk rasa terluka dan beberapa lainnya ditangkap.

Polisi mengatakan kepada wartawan bahwa tindakan mereka sejalan dengan standar internasional dan legal di bawah hukum Thailand. Juru bicara polisi Krissana Pattanacharoen menyatakan belasungkawa kepada para pengunjuk rasa yang terluka tetapi mengatakan itu tidak akan terjadi “jika tidak ada tindakan melanggar hukum yang dilakukan”.

Penggunaan meriam air dan bahan kimia pengiritasi telah dikritik karena para pengunjuk rasa tidak bersenjata dan banyak dari mereka adalah kaum muda. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler