Connect with us

Politik

Putra Mahkota Saudi Arabia Sebut Trump Teman Sejati Kaum Muslim

Published

on

Mohammed bin Salman and trump/foto dailymail/Nusantaranews
Mohammed bin Salman and trump/foto dailymail/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Penasihat Senior Saudi Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Salman baru-baru ini menulis sebuah pernyataan berlebihan saat menggambarkan pertemuan antara pangeran Mohammed bin Salman dengan Donald Trump. Dirinya menyebut bahwa pertemuan tersebut ialah sebagai titik balik bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara (Arab-Amerika Serika).

Terkait kebijakan Trump tentang pelarangan umat Islam masuk ke AS, pangeran Arab Mohammed bin Salman mengaku tak mempersoalkan dan tak mau ikut campur, karena AS memiliki alasan lain khususnya dalam menanggulangi isu terorisme. Sementara dalam pertemuan keduanya yang disampaikan oleh penasihatnya, Pangeran Arab ini menilai Presiden Trump adalah teman sejati kaum muslim.

“Langkah ini merupakan keputusan berdaulat yang bertujuan untuk mencegah teroris yang masuk ke Amerika Serikat. Presiden Trump menyatakan rasa hormat yang mendalam untuk Agama Islam,” kata pengeran Arab Saudi yang disampaikan oleh deputi penasihatnya.

Selain isu terorisme, pertemuan tersebut juga membahas berbagai isu, termasuk Iran dan peluang ekonomi antar kedua negara, termasuk dalam membangun benteng di perbatasan.

“Kedua belah pihak membahas banyak isu, termasuk pengalaman Saudi yang sukses dalam membangun pagar di perbatasan Saudi-Irak. Yang akhirnya mampu mencegah masuknya para imigran ilegal serta mampu menangkal berbagai penyelundupan,” sambung dia.

Dalam surat pernyataan tersebut, dituliskan Trump memberikan klarifikasi tentang sikapnya terhadap Islam. Juga menjelaskan jika presiden negeri Paman Sam itu tidak seperti yang banyak diberitakan oleh media selama ini.

“Pangeran Mohammed menganggap Yang Mulia (Trump) sebagai teman sejati dari umat Islam yang akan melayani Dunia Muslim. Apa yang diberitakan oleh media tentang sosok yang mulia (Trump) sungguh berlawanan dan itu pemberitaan tidak adil,” ujarnya.

Baca Juga:  Bersaing Ketat Dengan Malaysia; Indonesia Optimis Sapu Bersih WHTA 2016

Penulis: Romandhon

Loading...

Terpopuler