Connect with us

Ekonomi

Produksi Minyak Nasional Libya Tembus Satu Juta Barel Per Hari

Published

on

Produksi Minyak Nasional Libya tembus satu juta barel per hari.

Produksi Minyak Nasional Libya tembus satu juta barel per hari/Foto: thenationalnews.com

NUSANTARANEWS.CO, Tobruk – Produksi Minyak Nasional Libya tembus satu juta barel per hari. Hal tersebut disampaikan oleh Perusahaan Minyak Nasional (NOC) Libya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (7/11). Perusahaan juga menyampaikan terima kasih kepada Allah dan atas kerja keras para karyawan yang intensif dan luar biasa sehingga dalam keadaan yang sangat sulit mampu meningkatkan produksi menjadi 1.036.035 barel per hari.

Perusahaan Minyak Nasional juga menyampaikan bahwa mereka mungkin tidak dapat mempertahankan tingkat produksi seperti saat ini karena keengganan beberapa entitas dan kuatnya tekanan terhadap upaya NOC untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki kemakmuran ekonomi nasional, lanjut pernyataaan tersebut.

NOC juga mengindikasikan bahwa perusahaan sedang menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan dan penumpukan hutang yang sangat besar kepada perusahaan-perusahaan di sektor tersebut – yang mengakibatkan penundaan untuk pembayaran gaji perusahaan dan jasa lainnya.

Ketua Dewan Direksi Perusahaan Minyak Nasional, Eng. Mustafa Sanallah, mengatakan, “Kami telah memulai pekerjaan yang nyata dan serius dan kami mengharapkan peningkatan pendapatan yang signifikan selama bulan November dan Desember. Dan ini adalah hasil dari pengembalian bertahap ke produksi alami dan mencapai tingkat yang diinginkan, tetapi kami menghadapi tantangan yang ditunjukkan dengan kelangkaan anggaran yang dialokasikan untuk sektor ini, katanya sebagaimana dilansir sputnik.

”Yang tidak diragukan lagi akan sangat mempengaruhi kemampuan mempertahankannya menjadi produksi reguler yang diharapkan,” terangnya.

Seperti diketahui, pada bulan September, Khalifa Haftar, pemimpin Tentara Nasional Libya (LNA), telah mengumumkan untuk dimulainya kembali produksi dan ekspor minyak dari pelabuhan Libya setelah penangguhan berbulan-bulan karena konflik berkepanjangan. NOC kemudian mencabut keadaan darurat di pelabuhan dan ladang-ladang minyaknya. (AS)

Baca Juga:  Mendagri Tito Divaksin Covid-19

Terpopuler