Connect with us

Kesehatan

Pendidikan Seks Sejak Dini, Cegah Kekerasan Seksual

Published

on

Ilustrasi Mendidik Anak tentang Seks/Foto: Dok. tribunnews.com

NUSANTARANEWS.CO – Maraknya kasus kekerasan seksual tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga terjadi di pedesaan. Salah satu faktor utamanya adalah kurangnya pendidikan seks bagi para pelaku dan korban kekerasan seksual sejak usia dini.

Semua pihak memiliki tanggung jawab besar guna mengurangi atau bahkan mencegah kekerasan seksual di hari esok. Orang tua selaku pendidik pertama dan cerminan bagi anak tidak boleh tidak harus memberikan perhatian besar terhadap pendidikan seks sejak dini pada anak.

Begitu juga dengan para pendidik di lingkungan sekolah, yang mana pendidikan seks bukanlah hal yang tabu untuk diberikan kepada para anak didik, supaya mereka memiliki pemahaman tentang seks yang sebenarnya. Pengetahuan anak terhadap dunia seksualitas merupakan salah satu langkah utama untuk mencegah terjadinya tindak pemerkosaan.

Sebab secara tidak langsung mereka sudah tahu dan paham fungsi dari dan tujuan dari seks serta mengetahui dampak negatif melakukan seks di luar nikah alias seks bebas. Menurut hasil penelitian banyak pihak, terjadi tindak kekerasan seksual disebabkan ketidakmengertian pelaku terhadap dunia seksualitas alias tidak terdidik.

Di banyak daerah, pada mulanya masyarakat sudah memiliki pemahaman alami untuk mengajarkan anak mengenai fungsi alat kelaminnya masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, memberikan mepahaman tentang fungsi alat kelamin menjadi tabu, sebab hal itu dianggap mengajadi anak tentang pengetahuan orang dewasa dan anak belum waktunya diajari.

Loading...

Para psikolog seksual atau pakar seksologi, mengatakan jika pendidikan seks pada anak sejak usia dini sebaiknya segera diberikan. Memberikan pengetahuan tentang seks terhadap anak merupakan cara untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yaitu tindak kekerasan seksual.

Baca Juga:  Realisme Romantis Cegah Perceraian

Sebab, ketika pendidikan seks pada anak masih menjadi tabu, maka rasa penasaran anak terhadap seks kian meningkat. Semakin dia penasaran, dia akan mencari referensi sendiri melalui internet, buku, dll. Kemudia mereka diam-diam akan mencari objek untuk memperaktikkannya.

Kenapa pengetahuan seksual secara mandiri (belajar melalui internet/buku) membuat mereka bertindak sesukanya? Jawabannya adalah, lantaran mereka tidak mendapat bimbingan yang baik dari lingkungannya baik dari orang tua maupun guru. Maka dari itu, benar apa kata orang bijak, “lebih baik mencegah dari pada menyembuhkan”.

Jika Anda, sebagai orang tua masih ragu atau bingung, kapan tepatnya pendidikan seks diberikan pada anak. Langkah yang cukup aman, didiklah anak Anda, jika lelaki, ketika ia mulai mengalami mimpi basah dan bagi anak perempuan, ketika ia mengalami masa menstruasi pertama.

Besar sekali pengaruh dari pendidikan seks dalam keluarga jika diberikan dengan pemehaman yang penuh. Artinya anak-anak benar-benar paham tentan seks dan dunianya. Sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik ketika beranjak dewasa.

Sebagai contoh kecil, tatkala anak laki-laki memiliki pengetahuan tentang seks beserta dunianya, tentu ia tidak akan melakukan seks dengan cara memerkosa, apalagi sampai membunuh. Wajar dan normal apabila anak laki-laki terangsang oleh lawan jenisnya, tetapi dengan bekal pengetahuannya, dia akan lebih sabar untuk menuruti kehendak nafsu birahinya.

Selain itu, bagi anak yang sudah menginjak dewasa dengan pengetahuan seks yang benar, mereka juga bisa lebih menghargai orang lain. Dari itu, orang tua dan guru harus mengajari anak mengenai seks sesuai dengan jenis kelamin anak. Supaya anak tidak salah mengartikannya.

Lumrah sekali terjadi di pinggir-pinggir jalan, ketika ada gerombolan anak-anak lelaki, terus ada gadis-gadis lewat, dengan nakal mereka akan menyapa, “cewek, godain kita dong...”. Itulah dampak dari kurangnya pendidikan seks dalam diri mereka. Sehingga mereka pun lemah dalam hal menghargai kaum wanita. (MRH)

Baca Juga:  Aturan Baru BPJS Kesehatan Dinilai Bakal Persulit Peserta
Loading...

Terpopuler