Ekonomi

Pertanian Sumbang PDB Terbesar Kedua

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sektor pertanian yang berperan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Kinerja positif itu tercatat dalam laporan yang dirilis oleh The Economist Intellegence Unit (IEC).

Setiap tahun, Lembaga tersebut membuat peringkat berdasarkan capaian pembangunan pertanian di 113 negara baik secara keseluruhan (overall) maupun aspek sustainable agriculture, nutritional challenges, serta food loss and waste.

Petumbuhan sektor pertanian yang positif juga dapat diketahui dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan laporan BPS, sektor pertaniaan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 13,6 persen.

Tahun 2017, Indonesia berhasil menempati peringkat 25 besar negara-negara yang telah melaksanakan pembangunan pertanian sesuai jalur yang direncanakan.

Secara keseluruhan (overall), Indonesia ada pada peringkat 21 dengan nilai 50,77 setelah Brasil dan di atas United Arab Emiates, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Dari aspek Sustainability Agriculture, Indonesia berada pada peringkat 16 dengan nilai 53,87 setelah Argentina dan di atas China, Ethiopia, USA, Nigeria, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Mesir, United Arab Emirates, dan India.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Beri Diskon PBB-P2 75 Persen untuk Masyarakat

Lalu dari aspek Nutritinal Challeges, Indonesia berada pada peringkat 18 dengan nilai 56,79 setelah Brazil dan di atas Turki, Rusia, Mesir, Meksiko, Afrika Selatan, Nigeria, dan India. Sementara dari aspek Food Loss and Waste, Indonesia ada di peringkat 24 dengan nilai 32,53 setelah United Arab Emirates dan di atas Arab Saudi.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad menyebutkan sektor pertanian merupakan sektor kedua yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia.

“Sektor pertanian menjadi sangat penting karena lebih dari separuh PDB sektor industri pengolahan adalah berbasis pertanian. Selain itu, sektor pertanian juga merupakan penyerap terbesar tenaga kerja, yaitu sekitar 35% dari total tenaga kerja,” ujar Hadad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (3/7/2017).

Lanjut Hadad, jika sektor pertanian dipandang secara holistik dari hulu hingga hilir dalam suatu rantai nilai, maka kontribusinya sekitar 55 persen.

Meningkatnya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tentu tidak terlepas dari upaya pemerintah. Beberapa upaya dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi pangan, terutama untuk komoditas strategis.

Baca Juga:  Gandeng BPP HIPMI, Inilah Cara Menteri Parekraf Bangun Pariwisata Gorontalo

Upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT), serta memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian.

Pewarta: Ricard Andika

Editor: Achmad Sulaiman

Related Posts

1 of 1.126