Connect with us

Lintas Nusa

Penyebar Gambar Palu Arit Diduga Dilakukan Lima Pemuda

Published

on

Logo Palu Arit di kamar mandi masjid/foto: Syaiful/Okezone
Logo Palu Arit di kamar mandi masjid/foto: Syaiful/Okezone

NUSANTARANEWS.CO – Pamekasan – Warga Desa Bilaan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dihebohkan dengan sebuah temuan gambar palu arit di kamar mandi Masjid Jami Al-Ikhlas. Tidak hanya di Kecamatan Proppo, lambang palu arit juga terdapat di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Kejadian di Kecamatan Proppo bermula ketika seorang warga yang usai melaksanakan shalat Subuh berjamaah hendak ke kamar mandi. Namun tiba-tiba sebuah gambar berlambang partai komunis terpampang di dinding kamar mandi.

Baca: Masjid dan Pondok Pesantren Pamekasan Diteror Palu Arit

Kini, Kepolisian Resor Pamekasan telah memiliki gambaran pelaku penyebar gambar palu-arit di dua kecamatan tersebut. Menurut Kapolsek Palengaan Ajun Komisaris Achmat Sholeh gambaran itu diperoleh dari keterangan warga yang sempat melihat beberapa pemuda keluar dari masjid Baiturrahmon pada Kamis (9/2/2017) dini hari.

“Ada lima pemuda, mereka naik sepeda motor,” kata Ajun Komisaris Achmat Sholeh, Pamekasan, Jumat (10/2/2017) seperti dilaporkan Tempo.

Sholeh mengungkap petunjuk lainnya, yang mana polisi mendapat sebuah foto seorang pemuda berpose di salah gambar palu-arit yang dibuat di pinggir jalan Desa Banyuanyar. Polisi menduga pemuda itu salah satu pelaku. “Sedang diselidiki identitas pemuda itu oleh Reskrim,” ujar dia.

Sesuai dengan pola penyebaran lambang PKI itu, Sholeh yakin telah direncanakan dengan matang. Para pelaku diduga telah menyiapkan cetakan palu-arit sebelum dicat pakai cat semprot, karena gambar yang dihasilkan rapi.

Loading...

Simak:
‘Teror’ Lambang PKI, Ketua DPRD: Jelas-Jelas Adu Domba
Soal Insiden Pada Ulama, Romo Syafi’ie: Hati-hati Dengan Kebangkitan PKI
Taufik Ismail Sebut Tahun Ketiga Jokowi Memimpin Mirip Kebangkitan PKIUlasan Mengejutkan Anggota Dewan Parpol Soal PKI Gaya Baru
Resahkan PKI Gaya Baru di Indonesia, TAP MPR Harga Mati

Adapun indikator yang lain, lanjut Sholeh, melihat lokasi yang dipilih, pelaku sengaja memilih di dua kecamatan itu karena pada hari Kamis, 9 Februari 2017, Menpora Imam Nahrawi akan mengunjungi Pondok Pesantren Banyuanyar, namun batal dan yang datang wakilnya.

“Apalagi di Sampang ada KH Makruf Amin, jadi pelaku sengaja memasang gambar itu berbarengan dengan dua momen tersebut,” ungkap Sholeh.

Editor: Achmad Sulaiman

Terpopuler