Connect with us

Politik

Pendukung Jokowi Sebut Ada Kelompok Radikal Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden

Published

on

Polisi Ungkap Kronologi Kerusuhan Aksi Mahasiswa di DPR, 94 Demonstran Diamankan. (FOTO: Dok. Kompas)

Pendukung Jokowi Sebut Ada Kelompok Radikal Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden. (FOTO: Dok. Kompas)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta –  Pendukung Jokowi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Bangsa menilai ada upaya dari kelompok radikal yang ingin menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin. Untuk mereka menggelar aksi bertajuk Aksi Kawal Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin di Taman Aspirasi, Jakarta.

Koordinator aksi, Ronald Mulia Sitorus mengatakan, tragedi kerusuhan mahasiswa di depan Gedung DPR beberapa waktu lalu diklaim sebagai hasutan untuk menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi.

“Ada juga sekelompok pembangkang anti-NKRI, kaum radikalis yang dengan terang-terangan berupaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih,” kata Ronald dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (5/10/2019).

Dirinya menduga upaya menggagalkan pelantikan dimulai dari kasus diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, kemudian berlanjut pada kerusuhan di Papua. Namun Ronald tak merinci kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan itu.

“Mahasiswa tidak mungkin bawa panah, bom molotov. Artinya ada kaum radikal dan penyusup,” katanya.

Loading...

Ronald melanjutkan aksi hari ini adalah persiapan menuju hari pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober mendatang. Selain di Jakarta, dia mengatakan pihaknya juga mengadakan apel akbar di Bandung, Surabaya, dan Sumedang.

Pewarta: Romadhon

Loading...

Terpopuler