Connect with us

Mancanegara

Operasi Roundup di Lembah Sungai Eufrat Sukses, Kemampuan Angkatan Udara Afghanistan Semakin Besar

Published

on

pasukan demokrat suriah, sdf, sungai eufrat, lembah eufrat, isis suriah, isis irak, koalisi as, militan isis, perang suriah, perang irak, perang sungai eufrat, nusantaranews

Pasukan Demokratik Suriah (SDF). (Foto: AFP/Delil Souleiman)

NUSANTARANEWS.CO, Washington – Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat terus bergerak membersihkan Suriah dari sisa-sisa ISIS yang kini melakukan perlawanan di lembah Sungai Eufrat, Suriah Tengah.

Direktur Operasi Pers Pentagon Kolonel Angkatan Darat Rob Manning mengatakan pasukan Demokrat Suriah (SDF) menggelar Operasi Roundup untuk memburu militan ISIS yang masih tersisah di Suriah. Kolonel Manning mengatakan SDF juga telah berhasil menguasai sebagian wilayah melalui operasi ofensif dan merebut sebagian besar daerah di sepanjang perbatasan sejak Operasi Roundup dimulai sejak 1 Mei 2018 lalu.

Kolonel Manning mengkonfirmasi SDF telah membersihkan daerah Baghuz di Suriah dan terus memperkuat posisi untuk menghadapi pertempuran yang bisa meletus kapan saja di kawasan tersebut. Ke depan, setelah menguasai Baghuz, kata dia, SDF akan bergerak melakukan operasi di sekitar Dashiba.

“Pasukan koalisi terus mendukung penuh upaya SDF melalui serangan udara, artileri dan mortir untuk menghancurkan ISIS,” kata Kolonel Manning kepada wartawan di Pentagon.

Dia melanjutkan, dalam 48 jam terakhir pasukan koalisi AS telah melancarkan serangan terhadap militan ISIS di dekat Abu Kamal menghancurkan unit taktis, komando dan kontrol, jalur pasokan serta markas tempur ISIS.

Loading...

Kata Kolonel Manning, sejak dimulainya Operasi Roundup, SDF telah berhasil merebut sejumlah daerah dan menduduki hampir seluruh wilayah perbatasan Irak-Suriah. SDF, kata Manning, telah membersihkan lebih dari 19 mil persegi wilayah, membawa total wilayah yang dibebaskan di lembah Sungai Eufrat ke lebih dari 1.900 mil persegi.

Ketika SDF membebaskan wilayah, ia menambahkan, pasukan koalisi bekerja dengan dewan militer dan sipil setempat untuk membantu dalam membangun kondisi keamanan di lapangan, sehingga ISIS tidak dapat kembali untuk meneror penduduk setempat dan membangun kembali tempat perlindungan yang aman untuk merencanakan dan melaksanakan serangan teror.

Baca Juga:  Problem KTP Elektronik Bisa Buka Peluang Terjadinya Kecurangan Pemilu

Selain memaparkan situasi terkini di perbatasan Irak-Suriah, Kolonel Manning juga melaporkan situasi di Afghanistan. “Pasukan dukungan NATO terus melatih, memberi saran dan membantu Pertahanan Nasional Afghanistan dan pasukan keamanan. “Dan fokus pada penerapan strategi AS di Asia Selatan dalam mengamankan Afghanistan,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah Afghanistan tetap memegang kendali kuat terhadap kota Farah. “Pengendali udara taktis Afghanistan mengoordinasi serangan angkatan udara Afghanistan di dekat Farah,” kata Manning, dan pesawat A-29 Super Tucano melakukan 20 jam dukungan terhadap serangan yang dipimpin Afghanistan.

Kolonel Manning mengungkapkan bahwa ini menjadi kali pertama pesawat pelatih A-29 terbang dan bertugas di Kabul dan Maza-i-Sharif di mana juga melakukan serangan udara yang dikendalikan oleh angkatan udara Afghanistan. “Ini lebih soal kenyataan bahwa kemampuan angkatan udara Afghanistan semakin mengalami kemajuan besar,” pungkasnya. (red/ed/nn)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler