Connect with us

Budaya / Seni

Nyanyian Sunyi Pahlawan Devisa

Published

on

Pahlawan Devisa. (FOTO: Ilustrasi/Istimewa)

Pahlawan Devisa. (FOTO: Ilustrasi/Istimewa)

Puisi Rahmat Akbar

NYANYIAN SUNYI

Kulantunkan nyanyian sunyi untukmu penguasa negeri
Umbul-umbul telah engkau kibarkan
Kekusaan kini telah engkau mainkan
Gelar khalifah engkau lalaikan
Atas nama rakyat engkau koar-koarkan
Engkau bertumpu di atas rakyat
Menikam secara sembunyi
Demi kemaslahatan meatasnamakan rakyat
Tidak ada lagi Ali
Tidak ada lagi Umar
Tidak ada lagi Abu
Tidak ada lagi Usman
Kejujuran kini telah menutup diri
Demi kepuasan halal harampun jadi
Hukum dunia tak diperdulikan
Hukum akhirat engkau lupakan
Sungguh merugi

Kotabaru, 30 Oktober 2016

PAHLAWAN DEVISA

Berkelana meninggalkan pertiwi
Demi sesuap nasi
Pontang-panting membanting diri
Tidak perduli apa yang terjadi

Tiap tahun jerih payahmu disetorkan
Atas dasar pajak diberlakukan
Tanpa kwatir keselamatan
Walaupun nyawa jadi taruhan

Oh, tuanku
Lihatlah mereka berjuang atas dasar devisa
Tidak perduli dengan apa yang ada
Oh, tuanku
Lindungilah mereka walaupun hidup di negara berbeda
Agar mereka tetap merdeka

Kotabaru, 13 November 2016

Rahmat Akbar, kelahiran Kotabaru 04 Juli 1993 Kalimantan Selatan. Puisinya mengisi beberapa media massa seperti Republika, Pikiran Rakyat, Hari Puisi, Denpasar Post, Redaksi Apajake, Bangka Pos, Solopos, Riau Post, Malut Post, Jurnal Asia, Fajar Makassar, Kampoeng Jerami, Haluan Padang, Majalah Simalaba, Minggu Pagi, Medan Post, Kabapesisir, Radar Mojekerto, Radar Bojonegoro, Radar Cirebon, Rakyat Sumbar, Radar Banyuwangi, Koran Dinamikanews, Malang Post, Analisa Medan, Magelang Ekpres, Flores Sastra, Koran Merapi, Tribun Bali, Media Kalimantan dan sejumlah antologi bersama. Mengabdikan diri di sekolah SMA Garuda Kotabaru dan pendiri sekaligus pembina siswa-siswanya di Taman Sastra SMA Garuda Kotabaru. Akbar bisa disapa melalui email [email protected], fb: Kai.akbar

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Baca: 10 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Kirim Tulisan ke Nusantaranews.co

Terpopuler