MancanegaraTerbaru

Netanyahu Bujuk Eropa Pindahkan Kedutaan Mereka ke Yerusalem

NUSANTARANEWS.CO – Pasca pengumuman Presiden AS Donald Trump soal pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung bertolak ke Brussels, Belgia. Netanyahu mengajak Uni Eropa mendukung keputusan Presiden Trump.

Di hadapan para pemimpin Uni Eropa, Netanyahu mengatakan bahwa sudah saatnya mereka mengakui sebuah fakta tentang kepemilikan Yerusalem yakni umat Yahudi (Israel). Uni Eropa, kata Netanyahu mendikte, harus mencontoh Amerika Serikat yang tegas mengakui Yerusalem sebagai milik Israel.

“Sudah saatnya orang-orang Palestina mengenali negara Yahudi tersebut dan juga mengakui fakta bahwa mereka memiliki sebuah ibukota. Itu disebut Yerusalem. Saya percaya bahwa, walaupun kita belum memiliki kesepakatan, inilah yang akan terjadi di masa depan,” katanya seperti dikutip The Guardian, Selasa (12/12).

Lebih lanjut, Netanyahu membujuk negara-negara Eropa untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem dan sekaligus mengakui Yerusalem adalah ibukota Israel. “Saya percaya bahwa semua, atau sebagian besar, dari negara-negara Eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan terlibat dengan kami untuk keamanan, kemakmuran dan perdamaian,” jelasnya.

Baca Juga:  Hutang ke Daerah Menumpuk, Bappeda Jawa Timur Dituding Teledor

Bagi Netanyahu, hanya dengan mengakui Yerusalem lah perdamaian Israel-Palestina dapat terwujud.

Diplomasi dan janji perdamaian Netanhayu tampaknya akan menjadi bahan pertimbangan Uni Eropa. Bagaimana pun, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini menekankan UE menginginkan perdamaian Israel-Palestina. UE, kata Mogherini, terus mengupayakan solusi terbaik dari konflik kedua negara tersebut dengan solusi berkelanjutan yang titik tekannya adalah perdamaian.

Namun, bulan depan Mogherini baru dijadwalkan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Di samping itu, sejumlah negara Eropa hampir rata-rata menolak dan menentang keputusan Trump, termasuk Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Keduanya menilai pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel bukan solusi damai melainkan justru mengancam perdamaian. Hal itu terbukti hadirnya aksi demonstrasi di sejumlah negara dan dunia Islam. (red)

Editor: Eriec Dieda

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 50