Connect with us

Politik

Natalius Pigai: Tidak Bisa Terbendung Prabowo Sudah Menang 60 Persen

Published

on

Kampanye politik calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto di Pekanbaru. (FOTO: Istimewa)

Kampanye politik calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto di Pekanbaru. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kampanye politik calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto di Pekanbaru dan Batan pada Rabu (13/3/2019) kemarin dihadiri ribuan massa.

Kunjungan politik ketua umum Partai Gerindra itu mendapat respons dari ribuan warga yang jauh-jauh dari Kabupaten-kota di Provinsi Riau. Riau secara politik selama ini dikenal sebagai basis massa Partai Golkar. Namun pada Pilpres 2014 Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, meraih suara terbanyak mengungguli Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kerumunan massa dalam penyambutan Prabowo tersebut semakin meningkatkan euforia kubu 02 akan kemenangan Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Bagi Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, kenyataan di Riau tersebut semacam pintu masuk menuju kemenangan capres-cawapres 02. “Pagi di Pekanbaru dan Sore di Batam. Sudah tidak bisa terbendung. Menang 60 persen,” kata Pigai kepada wartawan.

Putera asli Papua itu menilai petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum tentu mampu mengumpulkan orang hingga ribuan. Baik pada saat kampanye maupun kunjungan resmi kenegaraan. “Seklipun Jokowi masih Presiden, dia tidak akan mampu menarik orang sebanyak ini,” ujar Pigai.

Loading...

Lebih lanjut Pigai mengatakan, kehadiran ribuan orang dalam kampanye Prabowo tidak lain lantaran keinginan kuat rakyat akan presiden yang baru. “Bukan karena tidak bisa tetapi arus massa sudah beralih ke Prabowo. Rakyat tidak mau Jokowi memimpin lagi,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam kampanye politiknya, Prabowo menyebutkan banyak di antara elite politik yang kini berkuasa memiliki hati “beku”. Alasannya, mereka lebih memprioritaskan kepentingan pribadi.

“Selama ini negara kita dikuasai elite Jakarta yang hatinya sudah beku. Yang mengira kita dikasih duit sedikit sudah bisa mengatur rakyat. Padahal sebenarnya mereka yang mencuri hasil kekayaan kita,” ucap Prabowo Subianto di hadapan ribuan warga.

Baca Juga:  Tanggapan Yusril Terkait Pembakaran Bendera Sekaligus Bantah HTI Organisasi Terlarang

Prabowo mengatakan, seperti di Provinsi Riau yang memiliki banyak potensi kekayaan alam, namun hanya dinikmati segelintir oknum. Prabowo pun menyontohkan kelapa sawit.

“Saya bertanya apa yang tidak ada di Riau ini. Kelapa sawit paling banyak di Riau, karet, hutan kayu, minyaknya apalagi. Tapi kalau saya lihat tampang kalian ini kayaknya masih sulit dapat pekerjaan? Dimana keuntungan kelapa sawit, minyak dan gas itu?,” ucapnya.

Dia juga menyoroti, banyaknya elite pejabat dan politik yang tersandung persoalan korupsi. Dia menyakini, Masyarakat Riau termasuk masyarakat yang menginginkan perubahan. Sehingga dimintanya untuk berjuang bersama Prabowo-Sandiaga melalui koalisi Indonesia Adil makmur.

“Saya keliling sudah puluhan di kabupaten/kota lainnya. Masyarakat menginginkan Indonesia bangkit. Masyarakat sudah tidak mau dibohingi lagi. Termasuk di Riau semangat masyarakat membuktikan jika kita ingin perubahan,” ucapnya.

Dia mengatakan jika nanti diamanahkan menjadi Pemimpin, Dia akan bekerja sangat keras membentuk pemerintah bersih bebas dari korupsi. (mys/nn).

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler