Connect with us

Hankam

Modernisasi Kapal Penjelajah Nuklir Terbesar di Dunia Milik Rusia

Published

on

Modernisasi kapal penjelajah nuklir terbesar di dunia milik Rusia.

Modernisasi kapal penjelajah nuklir terbesar di dunia milik Rusia/Foto: barentsobserver

NUSANTARANEWS.CO – Modernisasi kapal penjelajah nuklir terbesar di dunia milik Rusia. Pada tiga tahun lalu Kremlin berencana membangun kembali tiga kapal penjelajah nuklir Soviet yakni: Laksamana Nakhimov, Laksamana Ushakov, dan Laksamana Lazarev untuk memperkuat armada kapal penjelajah bertenaga nuklirnya. Angkatan Laut Rusia saat ini hanya mengoperasikan satu kapal penjelajah nuklir “Pyotr Veliky” yang beroperasi sejak 1996.

Karena “Laksamana Ushakov” dan “Laksamana Lazarev” dianggap tidak dapat diperbaiki, maka hanya “Laksamana Nakhimov” yang akan dimodernisasi di Galangan Kapal Sevmash di Severodvinsk dengan biaya sekitar RUB 50 miliar dan diharapkan dapat kembali memasuki dinas Angkatan Laut Rusia pada 2022.

Kapal penjelajah kelas Kirov dengan panjang 252 meter, berat 24.300 ton dengan kecepatan 31 knot serta dapat membawa helikopter Ka-27 adalah kapal perang penjelajah terbesar dan terberat di dunia. Laksamana Nakhimov merupakan produk dari proyek 1144 yang dirancang untuk menghancurkan target laut, menyerang objek-objek strategis di daratan termasuk pertahanan udara lawan.

Modernisasi kapal penjelajah berat Laksamana Nakhimov dengan persenjataan baru akan membuat kapal penjelajah ini lebih mumpuni dari kapal-kapal perang utama Armada Rusia mutakhir, seperti penjelajah rudal Peter yang Agung.

Kapal penjelajah nuklir Laksamana Nakhimov akan dilengkapi dengan sistem antirudal jarak jauh baru S-400 atau dengan sistem S-500 yang baru untuk menggantikan sistem S-300F yang merupakan senjata aslinya.

Sedangkan untuk menggantikan sistem pertahanan Osa-M adalah Rudal Poliment-Redut – sistem pertahanan udara kapal terbaru yang akan membantu kapal perang menciptakan zona aman dengan radius ratusan kilometer. Tidak ada rudal jelajah atau balistik atau drone yang dapat menembus.

Baca Juga:  China Tampung Semua Gagasan Tata Kelola Ekonomi dan Keuangan Global

Daya hancur Laksamana Nakhimov semakin menakutkan dengan dipasangnya rudal jelajah Kalibr yang memiliki jarak lebih dari 1500 km menggantikan rudal supersonik P-700 Granit. Rudal jelajah Kalibr terbukti ampuh dalam perang di Suriah dan mampu membawa hulu ledak nuklir. Dengan dilengkapi Kalibr, kapal penjelajah ini dapat menyerang sasaran di lautan maupun di daratan.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko mengatakan bahwa bahwa kapal penjelajah nuklir Laksamana Nakhimov sudah siap 50% dan diharapkan dapat memasuki dinas pada 2022, sebagaimana dilansir TASS.

Sementara kepala pembuat kapal juga mengatakan bahwa, “Kami berencana untuk menyelesaikan modernisasi kapal pada tahun 2022. Saya berharap tidak ada yang akan menghalangi ini… dan mengirimkannya ke Angkatan Laut.”

Kepala United Shipbuilding Corporation Rusia menolak untuk menentukan apakah kapal itu akan dipersenjatai dengan rudal hipersonik Tsirkon. Dia mengatakan itu adalah hak prerogatif dari Kementerian Pertahanan untuk memutuskan ini sementara tugas dari United Shipbuilding Corporation adalah mempersenjatai kapal dengan sistem peluncuran yang diperlukan. (Banyu)

Loading...

Terpopuler