Connect with us

Ekonomi

M Nasir: Nunukan Kaya Akan Wisata Budaya Namun Minim Pemberdayaannya

Published

on

M Nasir : Nunukan kaya akan wisata budaya namun minim pemberdayaannya.

M Nasir : Nunukan kaya akan wisata budaya namun minim pemberdayaannya. M Nasir, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (2/6).

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – M Nasir: Nunukan kaya akan wisata budaya namun minim pemberdayaannya. Kabupaten Nunukan tak hanya kaya akan sumber daya alamnya, budaya warisan para para leluhur juga merupakan asset kekayaan yang tak ternilai harganya. Sayangnya berbagai sektor seni dan budaya yang seharusnya mampu mengangkat wilayah pebatasan tersebut selama ini kurang mendapat perhatian.

Hal tersebut diutarakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Muhammad Nasir ketika menjawab pertanyaan awak media terkait minimnya sarana wisata budaya di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, sebuah hal yang salah apabila menganggap Nunukan minim dalam pariwisata.

“Salah besar jika menganggap Nunukan minim destinasi wisata budaya. Nunukan ini kaya, hanya saja pengelolaanya kurang maksimal,” ujar Nasir, Kamis (2/6).

Ia mencontohkan, di wilayah Krayan masyakaratnya sampai sekarang masih teguh menggenggam tradisi dan adat istiadat Dayak Lundayeh. Hal tersebut apabila dikembangkan dan difasilitasi dengan baik, pasti akan mengundang minat wisatawan.

“Dan itu baru contoh kecil. Maaih bayak potensi wisata seni dan budaya yang dapat kita kembangkan di daerah Krayan” ungkapnya.

Selain di Krayan, masyarakat Dayak Agabag di wilayah Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya Perbatasan) pun sangat kaya akan budaya dan seninya. Selain seni Kanuragan berupa tari dan tradisi lainnya, masyarakat Dayak Agabag juga ahli dalam pembuatan pernik-pernik aksesoris khas daerahnya yang apabila dioptimalkan pengembangannya, pasti akan menjadi souvenir klasik yang mempunyai nilai bisnis cukup tinggi.

Di Kabupaten Nunukan juga ada masyarakat Suku Tidung yang adat istiadatnya sampai saat ini pun masih tetap lestari. Bahkan saat festival budaya asli suku Tidung dalam IRAU beberapa waktu lalu juga mampu menarik ribuan para pengunjung. Hal tersebut, ungkap Nasir adalah bukti bahwa potensi yang ada apabila dikelola dengan baik, pasti imbas positifnya sangat besar.

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, ASTA dan PPPSI Gelar Tangsel Street Fight

Untuk itu menurut Nasir, sangat perlu keterlibatan Pemerintah Daerah untuk memgembangkanya menjadi destinasi wisata budaya. Nasir mencontohkan, kawasan Jalan Lingkar Pulau Nunukan hingah saat ini masih terkesan terbiarkan. Padahal di sepanjang kawasan Jalan Lingkar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai stan souvernir maupun kreasi seni lainya.

“Dengan cara tersebut, didapat berbagai manfaat. Karena dengan datangnya wisatawan maka tentu akan menambah geliat perekonomian di Perbatasan,” pungkas pria yang juga Bakal Calon Wakil Bupati Nunukan dari Partai Kejadian Sejahtera tersebut. (ES)

Loading...

Terpopuler