Connect with us

Berita Utama

Mengintip Proyek Kapal Selam Generasi Baru Korea Selatan KSS-III Batch II

Published

on

Mengintip Proyek Kapal Selam Generai Baru Korea Selatan KSS-III Batch II

Mengintip Proyek Kapal Selam Generasi Baru Korea Selatan KSS-III Batch II. Upacara peluncuran kapal selam KSS III ke-2 diadakan di Geoje Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Okpo Shipyard/Foto: navalnews.com

NUSANTARANEWS.CO, Seoul – Pembangunan kapal selam proyek KSS-III Batch II untuk Angkatan Laut Korea Selatan telah mendapat lampu hijau pada Maret 2019. Dibandingkan dengan batch pertama, kapal selam KSS III Batch II digambarkan akan memiliki lambung yang lebih panjang dan dapat membawa 10 sel Vertical Launching System (VLS) – dibanding Batch-1 yang hanya memiliki enam sel VLS untuk submarine-launched ballistic missiles (SLBM)

Kapal selam hasil kolaborasi antara Hyundai Heavy Industries (HHI) dan Daewoo Shipbuilding Maritime Engineering (DSME) ini akan menjadi kapal selam konvesional terbesar yang pernah dibuat oleh Korea Selatan.

Kapal berbobot lebih dari 4000 ton ini selain memiliki 6 tabung peluncuran torpedo juga mampu membawa Rudal Balistik Hyunmoo-2B dengan jangkauan 500 km. Keunggulan lain kapal selam ini adalah menggunakan baterai lithium-ion Samsung SDI.

Selama even MADEX 2021 pada 10 Juni 2021 di Busan, Korea Selatan di dapat informasi bahwa kapal selam ketiga dan terakhir dari batch pertama masih dalam pembangunan di galangan kapal HHI di Ulsan sejak pemotongan baja pada tahun 2017, peletakan lunas pada 11 April 2019. Peluncuran diharapkan dapat dilakukan pada akhir tahun ini. Sementara kapal selam pertama dari kelas tersebut, ROKS Dosan Ahn Chang-ho masih menjalani uji coba laut.

Sedangkan untuk kapal selam generasi berikutnya atau Batch-2 dan Batch-3, tidak didapat informasi karena begitu dirahasiakan terkait peningkatan teknis dan persenjataan yang akan dibawa.

Menghindari konfirmasi tentang detail proyek, HHI menekankan, bahwa, “kami sangat berhati-hati dalam hal proyek rahasia seperti kapal selam generasi berikutnya dan percaya bahwa secara strategis tepat untuk tidak mengungkapkan fakta tentang pengembangan militer.

Baca Juga:  Bicara Indonesia, Bicara Dunia

Bahkan menurut kabar, tenaga kerja perusahaan galangan kapal yang terkait dengan perencanaan dan konstruksi kapal selam diklasifikasikan dan dikelola secara terpisah.

Meski begitu, terkait pemasok baterai lithium-ion untuk kapal selam KSS-III Batch-2, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) telah memilih Hanwha Defense.

Kepala Insinyur Riset Hanwha Defense, Moon-hee Jang, di MADEX 2021, mengkonfirmasi bahwa proyek tersebut sesuai jadwal dan bahwa perusahaan akan memulai tinjauan kesiapan uji baterai lithium-ion bulan ini, bersiap untuk uji coba pada tahun 2022. Dia mengindikasikan bahwa batarai itu akan dipasang di kapal pertama KSS III Batch-2 pada tahun 2027.

Jang menekankan bahwa penggunaan baterai ion akan meningkatkan efisiensi energi secara signifikan dengan siklus hidup baterai yang lebih lama. Menurutnya baterai lithium-ion akan bertahan 300% lebih lama dalam kecepatan penuh, dan 160% lebih lama dalam mode jelajah.

“Kapal selam Batch-2 akan memiliki sistem propulsi AIP dan baterai lithium-ion, yang akan meningkatkan daya tahan terendam hingga lebih dari 20 hari di laut,” ungkapnya tanpa memberikan informasi apa pun tentangnya.

Pengembangan kapal selam Batch-2 dan Batch-3 telah menjadi respon kebijakan pemerintah Seoul sejak Pyongyang begitu intensif melakukan peluncuran rudal balistik dalam dekade terakhir.

Kapal Selam KSS-III Batch-II dan batch III tampaknya akan menjadi jawaban Angkatan Laut Korea Selatan untuk menandingi ancaman rudal balistik Korea Utara dengan kemampuan untuk menyerang fasilitas strategis di darat dan perang anti kapal selam. (Agus Setiawan)

 

Loading...

Terpopuler