Connect with us

Berita Utama

AS Memasuki Tahap Akhir Pengembangan Senjata Laser Yang Mematikan

Published

on

Ilustrasi Kapal Perang AS Menembakan Laser

NUSANTARANEWS.CO – Senjata laser, yang dulu hanya hadir dalam film-film Hollywood, kini semakin mendekati kenyataan. Amerika Serikat (AS) mulai memasuki tahap akhir pengembangan senjata laser yang mematikan tersebut. Menurut sebuah laporan, Kapal Perang Angkatan Laut AS akan menjadi yang pertama dalam menggunakan senjata laser.

Pada hari Kamis, Angkatan Laut AS telah memberikan kontrak senilai US$ 150 juta kepada Lockheed Martin Corp. untuk mengembangkan sistem laser bertenaga tinggi guna diintegrasikan dengan kapal perusak pada tahun 2020.

Sistem senjata laser sebenarnya telah menjadi obsesi pentagon selama puluhan tahun. Pentagon sangat tertarik pada platform laser sebagai cara untuk melindungi pasukan AS dari serangan rudal dan tembakan mortir. Pentagon melihat bahwa ke depan, senjata laser akan memainkan peran yang lebih besar sebagai sistem senjata untuk menghancurkan rudal dan pesawat terbang. Apalagi biaya operasi senjata laser relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan rudal.

Pada tahun 2014, Angkatan Laut AS telah mempersenjatai USS Ponce dengan laser untuk pengujian di Teluk Persia. Laser berhasil melumpuhkan drone dan mampu menembus kulit logam dari kapal-kapal kecil.

Berdasarkan pengujian tersebut, senjata laser baru yang dibangun oleh Lockheed Martin, setidaknya akan memiliki daya dua sampai lima kali lebih kuat daripada laser pada USS Ponce.

Loading...

Laser di kisaran 100 sampai 150 kilowatt dapat digunakan untuk melumpuhkan pesawat tak berawak, kapal kecil, termasuk meledakkan amunisi musuh sebelum ditembakkan. Dengan demikian, Angkatan Laut AS di masa depan akan dipersenjatai dengan senjata non-kinetik yang tidak memerlukan persediaan amunisi fisik namun hanya cukup jumlah tenaga listrik.

Sistem baru Angkatan Laut ini disebut (High Energy Laser and Integrated Optical-dazzler with Surveillance) dan dirancang untuk melacak dan menghancurkan kapal terbang, drone dan kapal laut. Sistem 60 sampai 150 kilowatt akan diintegrasikan ke dalam sistem tenaga perusak Arleigh Burke dan digabungkan dengan Aegis Combat System, sebuah sistem pertahanan kapal yang digunakan di seluruh Angkatan Laut. (Banyu)

Baca Juga:  Uni Eropa Mengatakan, “AS Telah Melanggar Kesepakatan Nuklir Iran”
Loading...

Terpopuler