Connect with us

Rubrika

Mahasiswa Dinilai Miliki Peran Besar untuk Counter Radikalisme dan Terorisme

Published

on

counter radikalisme, ruchman basori, mahasiswa, peran besar, terorisme, nusantaranews

Mahasiswa miliki peran besar untuk counter radikalisme dan terorisme, kata Ruchman Basori (kedua dari kanan). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Tulang Bawang — Data riset angka radikalisme di kalangan mahasiswa terhitung masih cukup tinggi yakni mencapai 39 persen, mengundang keprihatinan dari sejumlah pihak.

Selain di kalangan mahasiswa, di lingkup ASN juga tercatat mencapai angka 19 persen dan simpatisan ISIS di Indonesia mencapai 4 persen.

Hal itu disampaikan Kasubdit Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori mengutip keterangan yang diterima redaksi, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

“Mahasiswa merupakan kelompok yang diharapkan menjadi kekuatan penting meng-counter paham radikalisme dan intoleransi,” ujar Basori.

“Angka-angka ini menjadi alarm penting bagi kita untuk terus waspada seraya mengimabnginya dengan kampanye moderasi beragama,” lanjut dia.

Basori menegaskan bahwa habitat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam atau PTKI adalah moderat. “Karenanya kita harus berada di garda terdepan melawan radikalisme yang membahayakan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Kepada mahasiswa, Basori mengingatkan harus memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan sosial. Sebab, selama ini mahasiswa disebut agent of social change lantaran peristiwa-peristiwa penting perubahan sosial kerap dimotori oleh mahasiswa.

Mahasiswa, lanjut dia, mempunyai kapasitas yang tidak dimiliki oleh masyarakat kebanyakan yakni kekuatan berpikir, idealisme dan peka terhadap realitas sosial.

“Kalian jangan menjadi intelektual yang di menara gading, tetapi harus turun ke bawah, memahami dengan benar problem-problem kemasyarakatan dengan baik,” ujar Aktivis 1998. (rb)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler