Connect with us

Kesehatan

Lampaui Nasional, Gubernur Khofifah Ngaku Penderita Katarak di Jatim Tertinggi Seluruh Indonesia

Published

on

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa penderita katarak di wilayah yang dipimpinnya masih tinggi melebihi tingkat nasional.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa penderita katarak di wilayah yang dipimpinnya masih tinggi melebihi tingkat nasional, Jumat (13/12/2019). (Foto: Setya W/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya -Lampaui nasional, Khofifah Indar Parawansa mengaku penderita katarak di Jatim tertinggi seluruh Indonesia.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa penderita katarak di wilayah yang dipimpinnya masih tinggi melebihi tingkat nasional.

“Kalau nasional 3 persen, Jatim 4,3 persen. Lebih tinggi 1,3 persen rata-rata nasional,” ujarnya di Grahadi, Jumat (13/12/2019).

Mantan mensos ini mengatakan angka penderita Jatim menunjukkan 4,3 persen dengan penyebab utamanya yakni katarak yang tidak ditangani (untreated cataract) sebesar 81,1 persen. Ini menempatkan Jawa Timur pada posisi pertama di Indonesia.

“Ada data itu saya langsung minta pak Kohar (Kadinkes) untuk menyiapkan Komatda (Komite Mata Daerah),” jelasnya.

Data hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan pada tahun 2014-2016 menunjukkan, Provinsi Jatim merupakan salah satu dari 15 provinsi di Indonesia yang berkontribusi pada tingginya prevalensi nasional.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan Jawa Timur yang dirilis Oktober 2019 silam, jumlah penderita katarak masih menyentuh angka 400 ribu orang. Banyak faktor risiko penyebab katarak, yakni, seperti diabetes, dan hipertensi, serta karena paparan sinar ultraviolet.

Pewarta: Setya W

Loading...

Terpopuler