Connect with us

Berita Utama

Kata Kastaf Pertahanan Israel: Arab Saudi Tidak Pernah Menjadi Musuh Kita

Published

on

Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Gadi Eisenkot

NUSANTARANEWS.CO – Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan bahwa Arab Saudi tidak pernah menjadi musuh kita. Seperti dilaporkan surat kabar milik Saudi, Elaph: “Dalam hal ini, ada kesepakatan lengkap antara kita dan Kerajaan Arab Saudi, yang tidak pernah menjadi musuh kita dan juga tidak melawan kita dan juga kita juga tidak pernah melawan mereka, dan saya pikir ada sebuah konsensus lengkap antara kita dan mereka terkait dengan Iran,”

Menarik untuk dicemati adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah surat kabar milik Saudi, Elaph, menerbitkan sebuah wawancara dengan seorang pemimpin senior Israel. Dan untuk pertama kalinya pula pemimpin tertinggi Israel mengatakan secara terbuka bahwa Arab Saudi tidak pernah menjadi musuh Israel.

Dalam wawancara pertamanya tersebut, dengan sebuah surat kabar berbahasa arab Eisenkot mengatakan bahwa dirinya memandang kerajaan Muslim Sunni sebagai sekutu alami karena permusuhan mereka dengan Muslim Syiah yang revolusioner.

Jenderal Eisenkot juga menegaskan bahwa Iran sebagai ancaman terbesar bagi wilayah ini. Menurut Eisenkot Iran berencana mengendalikan kawasan Timur Tengah dengan menggunakan dua buah crescent Syiah. Yang pertama dari Iran melalui Irak sampai Suriah dan Lebanon, dan yang kedua dari Bahrain sampai ke Yaman sampai Laut Merah. “Inilah yang harus dicegah,” katanya.

Oleh karena itu, Israel siap untuk bertukar pengalaman dan intelijen dengan negara-negara Arab untuk menghadapi Iran, tambahnya.

Pada saat yang sama, Eisenkot juga mengatakan, “Kami tidak berniat menyerang Hizbullah di Lebanon dan menimbulkan perang. Namun, kami tidak akan menerima ancaman strategis terhadap Israel.”

Seperti diketahui AS dan Israel telah lama menganggap Iran sebagai sebuah ancaman nyata yang pengaruhnya terus berkembang di kawasan Timur Tengah – yang melampaui usaha Arab Saudi untuk mendominasi kawasan ini. Bahkan untuk mengejar ambisinya tersebut secara diam-diam Arab Saudi telah membentuk aliansi dengan AS dan Israel yang baru terdengar belakangan ini.

Meskipun di balik layar telah terjadi hubungan kerjasama yang erat, harian Maariv Israel mencatat bahwa Arab Saudi “belum siap” untuk membuka hubungan resmi dengan Israel.

Sejak Mohammad bin Salman menjadi putra mahkota Kerajaan Saudi, aliansi antara Riyadh dan Tel Aviv menjadi lebih jelas dan bukan merupakan hal yang tabu lagi. Selama ini hubungan antara Saudi-Israel selalu menjadi rahasia, dan Israel selalu mendapat sambutan rendah untuk menghindari agar tidak mempermalukan Kerajaan Saudi Arabia.

Di bawah pemerintahan Raja Abdullah, Arab Saudi sebenarnya sudah mulai mempersiapkan opini publik Arab untuk membangun hubungan dengan Israel melalui peluncuran prakarsa Perdamaian Arab yang menawarkan hubungan diplomatik Tel Aviv dengan negara-negara Arab. Sebagai imbalannya adalah penarikan penuh pasukan Israel dari semua wilayah Arab yang diduduki, serta pengakuan negara Palestina merdeka dengan al-Quds al-Sharif (Yerusalem) sebagai ibukotanya.

Proposal tersebut tidak pernah ditanggapi oleh Israel, namun Arab Saudi terus berupaya mencari hubungan yang lebih baik meski di balik layar.

Sampai beberapa bulan yang lalu, Jenderal Anwar Eshki, penasihat Raja Salman mengunjungi Israel dan mengatakan bahwa Arab Saudi segera akan mengakui Israel setelah Proposal Perdamaian Arab diimplementasikan.

Presiden AS Donald Trump ketika mengunjungi Israel pada bulan Mei, juga menjanjikan kepada Israel untuk mendapatkan pengakuan dari semua negara Arab. (Agus Setiawan)

Advertisement

Terpopuler