Connect with us

Berita Utama

Kampanye Anti Kekerasan Seks Diluncurkan di Universitas London

Published

on

Ilustrasi Korban Kekerasan Seksual/sumber image Hetta News

NUSANTARANEWS.CO – London. Para siswa di London telah diundang untuk berbagi pengalaman tentang kekerasan seksual yang mereka alami melalui aplikasi Snapchat yang diluncurkan sebagai sebuah kampanye online resmi.

Didirikan oleh mantan siswa, #RevoltSexualAssault adalah kampanye online yang mengajak wanita muda untuk berbagi cerita tentang kekerasan dan pelecehan seksual.

Dalam sebuah video yang dirilis oleh kampanye tersebut, menampilkan sepuluh wanita yang menceritakan kisah pelecehan seksual mereka di aplikasi media sosial Snapchat, dan kini mulai menyebar.

Para wanita muda yang tambil tersebut menggunakan filter emoji untuk menutupi wajah mereka sehingga mereka tetap anonim pada saat menggambarkan pengalaman mereka tentang kekerasan dan pelecehan seksual.

Kampanye ini dipelopori oleh lulusan matematika Hannah Price, bekerja sama dengan surat kabar siswa The Epigram, di University of Bristol. Dia mengutarakan gagasan bahwa dengan menggunakan filter Snapchat dapat memberi korban sebuah “kekuatan”.

“Orang muda dapat menggunakan software pelacak wajah emoji untuk memiliki kekuatan atas anonim yang mereka pilih,” katanya.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran seputar kekerasan seksual yang menimpa orang muda dan mendorong universitas untuk memperbaiki kebijakan mereka seputar kekerasan seksual.

Gagasan untuk menggunakan Snapchat adalah agar kontributor merasa nyaman menggunakan jaringan sosial sehari-hari. Hal ini juga memungkinkan wanita yang ingin tetap anonim sebagai cara menyembunyikan identitas mereka.

Price sekarang telah meluncurkan kampanye nasional, dan mendorong orang muda di London untuk berkontribusi. Video #RevoltSexualAssault pertama dibuat di Bristol setelah ‘hari kampanye’ dimana Hannah mengundang orang untuk datang dan menceritakan kisah mereka secara anonim.

Kini Price akan merilis video untuk kampanye nasional secara online, termasuk cerita yang dikumpulkan selama beberapa bulan terakhir. Price berkata: “Siapa pun bisa ambil bagian, tapi fokus utamanya adalah kaum muda.

Baca Juga:  Mensos: Ada Kasus Kekerasan Seksual Belum Terpanyungi UU

“Kami ingin meningkatkan kesadaran agar orang merasa nyaman melaporkannya. Begitu banyak orang mengatakan ‘Saya merasa seperti itu adalah kesalahan saya’. Ada banyak menyalahkan diri sendiri. Semakin banyak orang yang ambil bagian, semakin banyak orang yang bisa kita temui, jadi bukan hanya Anda yang mengalami.

“Kami juga ingin fokus pada perubahan kebijakan. Kami mencoba meminta universitas untuk lebih memperhatikan karena mereka mendapat tugas peduli kepada siswa dan siswa yang membayar banyak uang untuk mendapat dukungan.” (Aya)

Loading...

Terpopuler