Berita UtamaKesehatanLintas NusaTerbaru

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Meningkat, Gunung Es Yang Harus Diselesaikan

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Meningkat, Gunung Es Yang Harus Diselesaikan
Jumlah penderita HIV/AIDS di Nganjuk meningkat, gunung es yang harus diselesaikan/Foto: Imam Makruf. Anggota DPRD Jawa Timur.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur Imam Makruf mengatakan pihaknya berharap adanya perhatian serius dari pemerintah baik Pemkab maupun Pemprov untuk menekan peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di kabupaten Nganjuk.

“Sosialisasi dan pencegahan dini dampak sebaran penyakit ini harus ditingkatkan,” jelas politisi Gerindra ini, Rabu (2/11).

Imam Makruf mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS di Nganjuk merupakan persoalan serius yang harus dikawal penuh dan diwaspadai dan diantisipasi semua pihak. “Dari informasi yang masuk ke saya jumlah kasus HIV/AIDS yang telah mencapai 2043 kasus tersebut bagi yang terdeteksi. Sedangkan yang belum terdeteksi masih belum diketahui bagaimana kondisi dan dimana saja keberadaanya,” tuturnya.

Untuk pencegahannya, sambung Imam Makruf, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan semua pihak harus semakin digencarkan. “Dengan demikian akan semakin banyak penderita HIV/AIDS yang terdeteksi. Sebaran HIV/AIDS di Nganjuk ini seperti gunung es,” ujarnya.

Baca Juga:  Kekurangan Jumlah SMA dan SMK, Warga Surabaya Barat Surati Gubernur dan Walikota

Untuk setiap satu penderita HIV/AIDS, lanjut tokoh Ansor ini ditengarai beresiko menular kepada 100 orang. Dalam penularannya, HIV/AIDS banyak diderita Ibu Rumah Tangga (IRT). Juga wanita penjaja seksual atau WP, waria dan lelaki suka lelaki (LSL) sehingga penularannya luar biasa.

Sekedar diketahui, saat ini diindikasikan dan diduga ada sekitar 27 hingga 30 titik lokasi yang digunakan untuk transaksi prostitusi di Nganjuk yang nyata dan kelihatan. Belum lagi prostitusi yang memanfaatkan media sosial untuk menjajakan diri.

Pemerintah sendiri menargetkan  Indonesia bebas AIDS tahun 2030 melalui percepatan pencapaian three zero menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah dan stakeholder terkait. Yakni meliputi zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, dan zero stigma serta diskriminasi. (setya)

Related Posts

1 of 6