Connect with us

Politik

JPN Sebut Ada Capres Tertentu Gunakan Politik Identitas Demi Rebut Kekuasaan

Published

on

Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, YogyakartaGerakan populisme-konservatif yang bertujuan untuk rebut kekuasaan dinilai tengah melanda sejumlah negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Amerika Serikat, Inggris dan Brasil disebut mempertontonkan gerakan populisme-konservatif yang ditandai terpilihnya Donald Trump, Brexit dan kemenangan Jair Bolsonaro.

“Semua potret 3 negera besar menunggunakan sistem demokrasi modern yang dimenangkan kelompok populisme yang diwakili konservatif kanan mengedepankan cara politik identitas demi merebut kekuasaan,” kata Ketua Jaringan Pemuda Nusantara (JPN), Abulaka Archaida saat mengisi diskusi publik bertajuk Mengedepankan Politik Santun dalam Rangka Merawat Indonesia Bermartabat di Yogyakarta, Kamis (20/12) kemarin.

Baca juga: KPU DIY Salahkan Opini Publik Terkait Pemilih Gila dan Kotak Suara Kardus

Menurutnya, fenomena itu harus menjadi perhatian generasi milenial. Jika dibiarkan, kata dia, sangat berpotensi membuat Indonesia dilanda konflik dan pertikaian sesama anak bangsa.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian generasi melenial, karena jika dibiarkan sangat bepotensi Indonesia akan mengalami perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa, sesuatu yang sangat tidak patut terjadi,” tegasnya.

Loading...

Politisi Partai Nasdem ini menyebutkan, ada beberapa sikap yang harus diambil untuk merespon situasi perpolitikan nasional di tahun politik ini. Pertama, kata dia, generasi muda menanamkan kesadaran pada diri sendiri serta kepada orang-orang terdekat jangan terlibat dalam perdebatan yang mengarah pada isu suku, agama, ras dan ujaran kebencian.

Kedua, perbanyak literasi agar ada filterisasi ketika menerima berita yang belum jelas keabsahannya dan berdiskusi dengan kelompok yang berbeda pandangan politik.

“Begitupun kalangan elite politik harus membekali calon dan tim mereka, jangan sampai terlibat dalam pertarungan politik yang brutal dan jauh dari kata santun,” sebutnya.

Baca Juga:  Soal Impor Cangkul, Hafisz Tohir: Memalukan!

(eda/bya)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler